Wonosobo — Penampilan penari Ndolalak dalam panggung yang berlatar belakang banner acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Mutisari, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial.
Video yang diunggah oleh akun Garenk TRJ menunjukkan seorang penari Ndolalak berjoget dengan berpakaian khusus dan celana ketat di atas panggung sambil diiringi musik dangdut. Dalam video tersebut, terlihat pula seorang pemuda ikut naik ke panggung dan sejumlah penonton, termasuk anggota TNI, tengah merekam menggunakan ponsel.
Kehadiran penari Ndolalak di panggung yang berlatar belakang banner acara Maulid Nabi tersebut memicu kontroversi. Warganet mempertanyakan kelayakan hiburan dangdut yang digelar dalam momentum keagamaan, bahkan sebagian menyebutnya sebagai bentuk penistaan agama.
Menanggapi kritik yang muncul, pihak panitia memberikan penjelasan bahwa penampilan penari Ndolalak bukan bagian dari pengajian Maulid Nabi, melainkan hiburan terpisah yang digelar setelahnya.
"Panitia lupa melepas banner pengajian saat acara itu berlangsung. Mereka baru ingat setelah acara dangdutan usai," jelas Soli, salah seorang panitia acara.
Sementara itu, Samsul, warga Desa Mutisari sekaligus suami Kepala Dusun setempat, menegaskan bahwa pertunjukan Ndolalak diadakan pada malam hari, sedangkan pengajian berlangsung pada siang hari.
"Acara Ndolalak dimulai pukul 21.00 WIB, sedangkan pengajian Maulid Nabi dilaksanakan siang hari, mulai pukul 09.00 sampai 13.00 WIB. Jadi bukan dalam waktu bersamaan," ujar Samsul.
Menurutnya, pertunjukan penari Ndolalak itu merupakan inisiatif para pemuda untuk memberikan hiburan kepada masyarakat setelah kegiatan keagamaan selesai. Acara tersebut juga menjadi kali pertama Ndolalak digelar di dusun mereka.
Salah satu hal yang menimbulkan kesan bahwa penampilan penari Ndolalak merupakan bagian dari acara Maulid Nabi adalah keberadaan banner bertuliskan 'Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW' yang tetap terpasang saat pertunjukan berlangsung.
Panitia menjelaskan bahwa lokasi panggung berada di dekat tebing, sehingga mereka memutuskan tidak mencopot banner karena pertimbangan keamanan.
"Lokasi panggung dekat dengan tebing, dan melepas banner dikhawatirkan membahayakan," tambah Samsul.