Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Unik! Upacara HUT ke 80 RI di Purworejo Bernuansa Tani, Gunakan Caping Hingga Bawa Traktor

Dusun 3 Rejosari Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo mengikuti upacara HUT ke 80 RI menggunakan pakaian tani lengkap bawa traktor. (Ari Sunandar/diswayjateng)

PURWOREJO — Tidak seperti upacara kemerdekaan pada umumnya yang digelar di lapangan desa atau sekolah, warga Dusun 3 Rejosari, Desa Rejosari, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo memilih sebuah halaman rumah sebagai pusat peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, Minggu 17 Agustus 2025.


Namun bukan lokasi yang membuat suasana berbeda, melainkan cara warga memaknainya. Peserta upacara datang dengan pakaian tani lengkap, yaitu caping, cangkul, sabit, hingga gerobak dan mesin pertanian yang diparkir rapi di sepanjang jalan.


Barisan peserta tak hanya menampilkan barisan rapi, tetapi juga mencerminkan identitas petani sebagai penjaga ketahanan bangsa.


"Ini bentuk syukur kami sebagai petani. Alat-alat ini sehari-hari menjadi teman kami mencari nafkah, jadi sengaja kami hadirkan," kata zalah peserta upacara yang mengenakan baju lengan panjang lusuh dan membawa cangkul, Teguh Widodo (42).


Bagi warga Rejosari, peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremonial, melainkan simbol rasa syukur dan kebersamaan. Tak ada anggaran desa, tak ada sponsor luar. Semua digerakkan dari, oleh, dan untuk warga.

"Kami ingin semangat kemerdekaan dirasakan bersama, bukan hanya di kota atau di instansi. Semua warga di sini terlibat dengan sukarela," kata Kepala Dusun 3 Rejosari, Suparman.


Meski sederhana, lanjutnya, kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam. Upacara berlangsung khidmat, tapi hangat.


Setelah pengibaran bendera, halaman berubah menjadi ruang bermain. Anak-anak tertawa mengikuti lomba makan kerupuk, balap karung, dan aneka permainan rakyat.


"Kegiatan ini murni dari inisiatif warga. Tidak ada sponsor, tidak ada dana desa khusus. Kami ingin semangat kemerdekaan dirasakan bersama, bukan hanya di kota atau di instansi. Semua warga di sini terlibat dengan sukarela," tandasnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube