Magelang — Program Spesialis Keliling (Speling) yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terus berlanjut. Kali ini, layanan kesehatan gratis itu hadir di Desa Kragilan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, kemarin.
Udara sejuk pegunungan menyelimuti desa di lereng Merbabu tersebut.
Sejak pagi, warga berbondong-bondong menuju Balai Desa untuk memeriksakan kesehatan kepada para dokter spesialis yang dihadirkan, antara lain dari RS Moewardi, RSJD Arif Zainudin, RSUD Candi Umbul, dan Balkesmas Magelang.
Siska Rahma Handayani, salah satu warga Kragilan, memanfaatkan kesempatan itu untuk memeriksakan kehamilannya.
Ia mengaku senang karena bisa mendapat pelayanan ramah langsung dari dokter spesialis.
“Iya tadi aku periksa kehamilan. Alhamdulillah dilayani dengan baik dan ramah,” katanya.
Siska menambahkan, program Speling berbeda dari layanan kesehatan biasanya, karena masyarakat bisa langsung ditangani dokter spesialis tanpa harus pergi jauh.
“Kalau harus ke spesialis itu jaraknya jauh. Jadi program ini sangat membantu saya,” lanjutnya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, menyampaikan, Speling selalu mendapat respon positif dari masyarakat.
Di Kragilan, misalnya, dari target 152 orang, justru hadir 162 orang.
“Kehadiran Speling selalu mendapat sambutan antusias dari warga,” ujar Yunita dalam keterangan resmi Pemprov kamis 4 September 2025
Adapun pelayanan yang diberikan meliputi spesialis penyakit dalam (77 orang), pemeriksaan anak (30 orang), spesialis paru (21 orang), spesialis jiwa (5 orang), dan spesialis kandungan/Obgyn (18 orang).
Hingga saat ini, Speling telah menjangkau 422 desa di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, dengan total sasaran 46.882 orang.
Program ini mencakup berbagai layanan kesehatan seperti pemeriksaan TBC, kanker serviks, kehamilan (ANC), kesehatan jiwa, serta pengukuran tekanan darah dan gula darah.
“Program ini merupakan inisiatif kolaboratif antara Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dengan pemerintah kabupaten/kota.
Selain melayani masyarakat, kegiatan ini juga memberi kesempatan bagi dokter puskesmas untuk belajar langsung dari dokter spesialis,” pungkas Yunita.