Wonosobo — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo menyiapkan program sanitasi dan pengelolaan sampah pesantren sebagai upaya meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan para santri. Langkah ini disampaikan Wakil Bupati Wonosobo, Amir Husein, usai apel Hari Santri Nasional 2025 di Alun-Alun Wonosobo, Rabu (22/10/2025).
Menurut Amir, pemerintah daerah berkomitmen memperbaiki kondisi fisik dan kebersihan pesantren yang menjadi tempat tinggal ribuan santri. Program sanitasi dan pengelolaan sampah pesantren akan difokuskan untuk memastikan lingkungan belajar dan tempat tinggal santri lebih sehat dan layak.
"Kami memberikan perhatian penuh terhadap kondisi sanitasi, kebersihan, dan lingkungan pesantren agar lebih tertata. Ini bagian dari upaya menjamin keberlangsungan hidup santri," ujar Amir.
Amir menjelaskan, Pemkab Wonosobo telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang pesantren dan santri sebagai dasar hukum untuk memperkuat dukungan pemerintah daerah. Melalui regulasi ini, program sanitasi dan pengelolaan sampah pesantren dapat direncanakan secara lebih terarah.
Pemkab juga menyoroti pentingnya penataan konstruksi bangunan pesantren. Menurut Amir, kejadian di Jawa Timur beberapa waktu lalu menjadi evaluasi bagi semua pihak untuk lebih serius melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap infrastruktur pesantren.
"Kami berharap penataan dan pengawalan konstruksi bangunan di pondok pesantren bisa lebih baik. Ini tidak hanya soal bangunan, tapi juga menyangkut sistem sanitasi dan pengelolaan sampah pesantren di lingkungan yang padat," kata Amir.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Wonosobo membentuk tim khusus dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melakukan survei lapangan. Tim ini bertugas menilai kondisi sanitasi, pengelolaan limbah, serta kebutuhan fasilitas kebersihan.
Program Pelatihan dan Fasilitasi PesantrenHasil survei akan digunakan sebagai dasar penyusunan program dukungan pemerintah. Menurut Amir, bantuan tidak hanya dalam bentuk pembangunan infrastruktur, tetapi juga pelatihan pengelolaan limbah serta penyediaan alat pengolahan sampah di pesantren.
"Sudah dibentuk tim dari PUPR dan DLH Wonosobo untuk men-survei kondisi pesantren. Insyaallah semua akan kita support, termasuk fasilitasi perencanaan pembangunan dan pelatihan pengolahan limbah," ucapnya.
Selain sanitasi dasar, program ini juga mencakup pembinaan manajemen lingkungan kepada pengurus pesantren agar pengelolaan kebersihan bisa dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan.
Amir menegaskan, pemerintah daerah akan terus memperkuat anggaran dan dukungan teknis untuk sanitasi dan pengelolaan sampah pesantren di seluruh wilayah Wonosobo. Pihaknya mendorong kolaborasi lintas sektor agar pesantren menjadi lingkungan yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
"Nanti ke depan, pemerintah akan memberi dukungan penuh, termasuk anggaran untuk sanitasi dan pengelolaan sampah pesantren. Permasalahan ini harus kita atasi bersama," ujar Amir.
Ia menambahkan, banyak pesantren di Wonosobo masih menghadapi kendala terkait instalasi pembuangan limbah dan keterbatasan fasilitas kebersihan. Karena itu, Pemkab berencana menyalurkan alat pengolah sampah sederhana ke sejumlah pesantren sebagai bagian dari program kebersihan lingkungan.
"Selama ini kendala sanitasi dan sampah memang menjadi beban di banyak pesantren. Ke depan kita akan bantu dengan pelatihan dan alat pengolahan," tutupnya.