Magelang — Pemerintah terus mendorong penguatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai bagian dari strategi mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dan siap kerja.
Dalam kunjungannya ke Jawa Tengah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Kampus 3 SMK Muhammadiyah Salaman di Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang.
Langkah ini menjadi bagian konkret dari prioritas nasional dalam memperkuat pendidikan vokasi sebagai tulang punggung pembangunan SDM Indonesia di tengah transformasi industri dan teknologi.
"SMK memiliki peran strategis untuk menghasilkan generasi unggul, kompeten, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Penguatan SMK adalah fondasi penting dalam kebijakan pendidikan kita," ujar Menteri Abdul Mu’ti.
Menurut Mu’ti, pemerintah tengah menjalankan program revitalisasi terhadap 13.800 satuan pendidikan, termasuk SMK di seluruh Indonesia. Fokus utama program ini adalah perbaikan sarana dan prasarana pembelajaran, serta peningkatan kualitas sumber daya pengajar.
Salah satu upaya penting yang disorot adalah digitalisasi pendidikan. Pemerintah telah menyediakan perangkat Interactive Flat Panel (IFP), yakni papan digital interaktif yang memungkinkan proses belajar mengajar menjadi lebih partisipatif dan modern.
"Kompetensi guru harus ditingkatkan. Kami mendorong pelatihan intensif di bidang digital, AI, koding, dan STEM. Guru SMK harus jadi pembimbing yang inovatif dan peka terhadap perubahan," tegasnya.
Menteri Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya sinergi antara SMK dan dunia usaha serta dunia industri (DUDI). Konsep “link and match” dipandang sebagai jalan strategis untuk memastikan bahwa lulusan SMK benar-benar siap kerja.
"Kita ingin lulusan SMK bukan hanya mencari kerja, tapi mampu menciptakan lapangan kerja. Ini sejalan dengan semangat kewirausahaan dan inovasi," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen juga mengapresiasi peran Muhammadiyah sebagai organisasi masyarakat yang konsisten mendukung pendidikan nasional.
Kampus 3 SMK Muhammadiyah Salaman, yang akan difokuskan pada Program Keahlian Layanan Kesehatan, dibangun di atas tanah wakaf dari keluarga besar Hj. Sukapti. Ini menjadi bukti kolaborasi erat antara masyarakat dan pemerintah.
"Kami percaya, kolaborasi seperti ini akan memperkuat pendidikan vokasi dan memperluas akses pendidikan berkualitas," kata Mu’ti.
Kepala SMK Muhammadiyah Salaman, Nurul Laili, menyampaikan optimismenya terhadap pembangunan kampus baru ini. Ia menegaskan komitmen sekolah untuk memperkuat program keahlian yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
"Kami ingin lulusan kami tidak hanya terampil secara teknis, tapi juga berkarakter. Beriman, berilmu, dan memiliki daya saing tinggi, baik lokal maupun global," jelasnya.
Nurul juga menyebut pembangunan ini menjadi momen penting untuk memperluas akses pendidikan, terutama di bidang kesehatan, yang permintaannya terus meningkat.