Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Lomba Krenova Wonosobo Dorong Inovasi Pengelolaan Sampah dan Pembangunan IPTEK

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat memberikan hadiah kepada pemenang lomba krenova tahun 2025.

Wonosobo — Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) kembali menggelar Lomba Krenova Wonosobo 2025.


Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) masyarakat, sekaligus mempercepat solusi atas persoalan lingkungan, terutama pengelolaan sampah yang kian mendesak.


Lomba Krenova Wonosobo selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2030 yang menempatkan pengembangan SDM, sains, dan teknologi sebagai prioritas nasional.


Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, Evaluasi, dan Litbang Bappeda Wonosobo, Irma Nurul Fastikah menyampaikan, bahwa kegiatan ini juga menjadi wadah apresiasi bagi penggali, penemu, dan pengembang teknologi terapan di tingkat lokal.


"Melalui Lomba Krenova Wonosobo, masyarakat tidak hanya berkompetisi, tetapi juga diarahkan untuk mengembangkan hasil karyanya hingga tahap hilirisasi dan komersialisasi," kata Irma.


Irma menambahkan, para finalis dan pemenang Lomba Krenova Wonosobo akan mendapatkan pendampingan lanjutan berupa fasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) serta workshop komersialisasi inovasi melalui program Technopreneur yang diselenggarakan Bappeda.


Tema Lomba Krenova Wonosobo 2025 mengangkat isu lingkungan dengan tajuk 'Peningkatan Pengelolaan Sampah Melalui Upaya Pengurangan dan Penanganan Sampah'. Tema tersebut dipilih sebagai respons atas meningkatnya timbulan sampah di Kabupaten Wonosobo yang mencapai 120 ton per hari, sebagian besar berasal dari rumah tangga.

Menurut Irma, sistem pengelolaan sampah di Wonosobo masih menghadapi keterbatasan, sementara kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wonorejo telah melebihi batas ideal. Melalui Krenova, pemerintah daerah berharap muncul inovasi baru dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi tepat guna dan keterlibatan masyarakat.


Proses penjurian Lomba Krenova Wonosobo dilakukan oleh sejumlah akademisi dan praktisi, di antaranya Dosen Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro Dr. Ling. Ir. Sri Sumiyati dan Founder UMKM.net yang juga juri Krenova Jawa Tengah, Marjoko.


Hasilnya, dari puluhan peserta, beberapa inovator berhasil meraih penghargaan utama di dua kategori, yaitu umum dan pelajar.


Untuk kategori umum/mahasiswa, juara pertama diraih oleh tim Ani Istikharoh, Isdian Halim Pradana, dan Badarudin dari TPST Pentasari Tawangsari. Juara kedua diraih Ryuichi Agave dari Wonosobo Timur, dan juara ketiga oleh Iba Sanubari dan Ahmad Faizi dari Kaliwiro, Wonosobo.


Pada kategori pelajar, juara pertama diraih Bangkit Satria Utama dan Sindhunata Gesit Widhi Nugraha dari SMP Negeri 2 Wonosobo. Posisi kedua ditempati oleh tim SMK Negeri 1 Wonosobo yang terdiri dari Muhammad Faiq Al Gosani, Rachel Aurellia Rhevan, Ratih Dewi Febriyanti, dan Vincentius Yanuar Prima D. Sementara juara ketiga diraih oleh Aura Resti Amanda bersama Aisyah Nur Amalina dan Alfina Raihana dari MAN 2 Wonosobo.


Selain itu, peserta asal Wonosobo juga berhasil meraih penghargaan utama di tingkat Provinsi Jawa Tengah melalui inovasi 'Padi Sri Kawung' karya Tukijap, Erna Yulianti, dan Wisnu Ari Wibowo dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sri Handayani Wonosobo.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube