Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Kota Magelang Bangun Tata Kelola Berbasis Data, Seminar Literasi Statistik Libatkan Ratusan Peserta

Seminar Literasi Statistik 2025 bertema 'Membangun Kota dengan Data' yang digelar di Gedung dr. H.R. Suparsono Universitas Tidar (Untidar).

Magelang — Pemerintah Kota Magelang menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis data. Hal ini ditegaskan dalam Seminar Literasi Statistik 2025 bertema 'Membangun Kota dengan Data' yang digelar di Gedung dr. H.R. Suparsono Universitas Tidar (Untidar).


Acara ini merupakan kolaborasi antara Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominsta) Kota Magelang dan Universitas Tidar, dalam rangka memperingati Hari Statistik Nasional tingkat kota. Tidak kurang dari 200 peserta hadir, terdiri dari mahasiswa, akademisi, perwakilan Diskominfo se-Jawa Tengah, kelompok informasi masyarakat, insan media, hingga masyarakat umum.


Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menyampaikan bahwa data statistik memegang peran strategis dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan.


"Data bukan hanya menjadi dasar untuk mengukur keberhasilan, tetapi juga untuk merumuskan kebijakan serta menentukan arah pembangunan yang tepat sasaran," ujar Damar.


Ia menyebut pendekatan ini sebagai kepemimpinan berbasis data (data-driven leadership), di mana seluruh kebijakan pemerintah harus bertumpu pada fakta dan angka yang valid.


Menurutnya, dengan melihat data secara objektif, pemerintah dapat menilai apakah program telah berjalan efektif, apakah manfaatnya dirasakan masyarakat, dan apa yang perlu diperbaiki ke depan.


"Data itu ibarat cermin. Dari situ kita bisa menilai apakah langkah yang diambil sudah benar atau justru perlu koreksi," tambahnya.

Damar juga menegaskan bahwa data dapat menjadi alat untuk menentukan prioritas pembangunan, memastikan anggaran menyasar kebutuhan nyata masyarakat, membaca potensi ekonomi, sosial, dan lingkungan yang belum tergarap optimal.


Wali Kota juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dalam pembangunan, melalui pendekatan pentahelix (pemerintah, akademisi, swasta, komunitas, dan media), yang kini diperluas menjadi hexahelix dengan melibatkan lembaga keuangan dan filantropi.


"Pembangunan yang berbasis data memerlukan kolaborasi menyeluruh dari semua elemen. Bukan kerja satu pihak saja," tegasnya.


Sementara itu, Kepala Diskominsta Kota Magelang, Muchamad Abdul Azis, menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari rangkaian edukasi publik guna menumbuhkan budaya cinta data di tengah masyarakat.


"Literasi statistik adalah bagian dari komitmen Pemkot Magelang dalam mewujudkan satu data. Kami ingin masyarakat sadar bahwa data bukan hanya angka, melainkan landasan utama pembangunan," jelas Azis.


Sebelumnya, Diskominsta juga menggelar lomba penulisan artikel populer statistik sebagai pembuka kegiatan Hari Statistik Nasional.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube