Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Korban Keracunan Makanan Program MBG di Purworejo Bertambah Jadi 134 Orang

Sejumlah pelajar yang diduga keracumam makamam program MBG Purworejo menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. (Ari Sunandar/diswayjateng)

PURWOREJO — Jumlah korban keracunan makanan MBG Purworejo terus bertambah. Hingga Sabtu (04/10/2025) pukul 06.00 WIB, total 134 warga tercatat mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.


Keterangan resmi dari Satgas MBG menyebutkan, sebagian besar korban merupakan siswa dan guru di SMPN 8 Purworejo dan SMAN 3 Purworejo. Korban mengalami gejala umum keracunan seperti mual, muntah, dan diare beberapa jam setelah menyantap menu makanan yang diduga basi.


"Total ada 134 warga yang terdampak dugaan keracunan MBG. Sebagian besar sudah ditangani dengan rawat jalan, hanya beberapa yang harus menjalani rawat inap," ujar Ketua Satgas MBG Purworejo, dr. Tolkha.


Berdasarkan data Satgas, korban keracunan makanan MBG Purworejo ditangani di berbagai fasilitas kesehatan, diantara lain di Puskesmas Bubutan sebanyak 102 orang, Puskesmas Bragolan sebanyak 14 orang, RSUD dr. Tjokronegoro 10 orang, RSUD dr. Tjitrowardojo 5 orang, Puskesmas Ngombol 1 orang, RS Panti Waluyo 1 orang dan RS Amanah Umah 1 orang.


Kebanyakan korban dirawat dengan status rawat jalan dan sudah dipulangkan. Namun, pengawasan medis tetap dilakukan bagi pasien yang menunjukkan gejala lebih berat.


Penyebab pasti keracunan makanan MBG Purworejo hingga kini masih dalam proses investigasi. Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium.

"Kami masih menunggu hasil uji laboratorium. Yang jelas, pemerintah daerah sangat serius menangani ini dan memastikan semua biaya pengobatan ditanggung," lanjut dr. Tolkha.


Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi informasi yang belum diverifikasi, sembari menunggu hasil penyelidikan resmi.


Program MBG atau Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu inisiatif pemerintah daerah yang bertujuan meningkatkan gizi pelajar melalui distribusi makanan gratis di sekolah. Namun, kejadian keracunan makanan MBG Purworejo ini menimbulkan kekhawatiran terhadap sistem pengawasan distribusi makanan yang digunakan.


Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari pihak penyedia katering maupun penyelenggara teknis program MBG terkait mekanisme distribusi dan pengawasan kualitas makanan yang disajikan.


Pemerintah daerah menyatakan akan mengevaluasi pelaksanaan program MBG untuk mencegah kasus keracunan makanan MBG Purworejo terulang. Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah memperketat prosedur pengecekan makanan sebelum distribusi serta meningkatkan kapasitas penyimpanan agar makanan tidak cepat basi.


"Kejadian ini menjadi pembelajaran penting untuk pelaksanaan program ke depan. Kami pastikan evaluasi dilakukan menyeluruh," kata dr. Tolkha.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube