PURWOREJO — Pemerintah Kabupaten Purworejo terus mendorong penguatan kapasitas pendidikan inklusif melalui berbagai inisiatif konkret. Salah satunya dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan SDM Pendidikan Inklusi, yang dilaksanakan di Ruang Arahiwang Setda Purworejo pada Rabu (20/8/2025).
Kegiatan bertema 'Bergerak Bersama Meraih Asa' ini diikuti oleh 80 peserta, yang terdiri dari pengawas SD/SMP serta guru bimbingan konseling dari sekolah negeri dan swasta se-Kabupaten Purworejo. Bimtek dibuka langsung oleh Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo, Tolkha Amaruddin.
Tolkha menegaskan bahwa pendidikan inklusif bukan sekadar kebijakan administratif, tetapi bentuk komitmen moral dan sosial untuk menghadirkan keadilan bagi setiap anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
"Tema ini mengandung makna pentingnya kebersamaan dalam mewujudkan layanan pendidikan yang tidak diskriminatif," ujar Tolkha.
Pernyataan ini sejalan dengan Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2023, yang mewajibkan seluruh sekolah formal, baik negeri maupun swasta, untuk menyelenggarakan pendidikan inklusif. Regulasi tersebut juga menegaskan bahwa tidak boleh ada sekolah yang menolak peserta didik penyandang disabilitas.
Tolkha menyoroti tantangan di lapangan, di mana layanan pendidikan inklusi selama ini masih banyak bergantung pada guru kunjung dari SLB (Sekolah Luar Biasa). Namun ke depan, pendekatan tersebut harus diubah.
"Setiap satuan pendidikan didorong untuk memiliki kapasitas mandiri dalam memberikan layanan inklusif yang optimal," tegasnya.
Bimtek ini dirancang untuk memperkuat pemahaman, keterampilan, serta kepekaan guru dan pengawas dalam mendampingi peserta didik yang memiliki berbagai karakteristik dan tantangan belajar.
Langkah ini dipandang penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang adil dan ramah, di mana semua siswa dapat berkembang sesuai potensinya, tanpa harus merasa terkucilkan karena perbedaan.
Tolkha juga menekankan pentingnya kolaborasi antara tenaga pendidik, orang tua, dan sekolah dalam menyukseskan pendidikan inklusif.
"Pemerintah Kabupaten Purworejo berkomitmen penuh untuk mendukung pengembangan pendidikan inklusi sebagai bagian dari upaya membangun SDM yang unggul, adil, dan berdaya saing," pungkasnya.