Wonosobo — Kodim 0707/Wonosobo melakukan survei awal untuk pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun 2025 yang akan difokuskan di Desa Dempel, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo.
Pelaksanaan program direncanakan mulai Oktober 2025, dengan sasaran utama pembangunan jalan dan dua unit jembatan penghubung.
Program TMMD di Desa Dempel menjadi bagian dari upaya peningkatan infrastruktur dan aksesibilitas wilayah perdesaan, khususnya untuk mendukung mobilitas dan ekonomi masyarakat. Pembangunan jalan beton dan jembatan yang disebut warga sebagai 'jembatan harapan' ini diharapkan mampu membuka isolasi wilayah.
Kepala Seksi Teritorial (Pasi Ter) Kodim 0707/Wonosobo, Kapten Inf Y. Nurbiyanto yang memimpin survei lokasi menegaskan, bahwa pelaksanaan TMMD di Desa Dempel tidak hanya menyasar pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembinaan masyarakat.
"Kami tidak ingin TMMD hanya menjadi program tahunan belaka. Survei ini adalah langkah awal untuk memastikan arah pembangunan tepat sasaran dan menjadi jawaban atas hambatan aksesibilitas serta pemerataan pembangunan," ujar Kapten Y. Nurbiyanto.
Program TMMD di Desa Dempel mencakup betonisasi jalan sepanjang 800 meter, lebar 2,5 meter, ketebalan 12 cm. Membangun 2 unit jembatan penghubung antardesa, 1 unit perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) dan membuat 2 unit jambanisasi.
Sementara itu, pada aspek non-fisik, TMMD akan menggelar penyuluhan tentang bela negara dan ekonomi kerakyatan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat wawasan kebangsaan dan pemberdayaan ekonomi warga, terutama di sektor produktif pedesaan.
Kepala Desa Dempel, Hartanto, menyambut baik pelaksanaan TMMD dan menyatakan bahwa warga telah lama menantikan pembangunan jalan dan jembatan di wilayah mereka.
"Kami di desa sangat siap mendukung TMMD, baik secara administrasi, tenaga kerja gotong royong, maupun pengawalan kegiatan. Kami berharap, jalan ini akan menjadi jalan harapan yang membuka akses dan mendorong pertumbuhan ekonomi serta kualitas hidup warga," katanya.