PURWOREJO — Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Purworejo menggelar panen raya padi sebagai bagian dari peringatan Hari Santri 2025. Kegiatan berlangsung di area persawahan Desa Jogoresan, Kecamatan Purwodadi, dan dihadiri oleh berbagai elemen tokoh masyarakat dan pemerintah daerah.
Panen raya padi ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi NU dalam memperkuat ketahanan pangan lokal, sekaligus mendekatkan organisasi keagamaan dengan basis masyarakat petani.
Ketua LPPNU PCNU Purworejo, Makhrus menyebut, bahwa panen raya kali ini merupakan bagian dari Masa Tanam III (MT III) dengan cakupan lahan seluas 136 hektare, di mana 27 hektare menjadi titik utama panen bersama.
Hasil ubinan yang dilakukan oleh Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Purwodadi menunjukkan adanya peningkatan produksi padi hingga 6,4 kuintal per hektare, setelah petani menerapkan penggunaan pupuk Komsah.
"Ini menjadi kabar gembira sekaligus penyemangat bagi para petani yang juga bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama," ujar Makhrus.
Panen ini juga mendapat dukungan dari TNI melalui program Irigasi Perpompaan (Irpom) yang membantu perluasan dan pengelolaan lahan pertanian di wilayah tersebut.
Makhrus berharap keberhasilan panen ini dapat mendorong semangat petani, khususnya warga NU, dalam mengembangkan sektor pertanian secara mandiri dan berkelanjutan.
"Semoga panen ini membawa berkah dan manfaat, dan kami mohon maaf jika ada kekurangan selama kegiatan," tutupnya.
Ketua PCNU Purworejo, KH Muhammad Haekal menegaskan, bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni pertanian, tetapi bagian dari refleksi Hari Santri yang erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat, terutama petani.
"Mayoritas warga NU adalah petani. Maka sudah semestinya NU menyapa dan hadir bersama mereka, termasuk dalam momentum Hari Santri seperti ini," katanya.
Panen raya padi kali ini melengkapi sejumlah agenda Hari Santri yang sudah berlangsung sebelumnya, seperti sarasehan kesehatan dan penyuluhan hukum untuk santri. Puncak kegiatan akan digelar pada 26 Oktober 2025 dengan Jalan Sehat Santri, yang menyediakan hadiah utama berupa paket umrah dari KBIH NU Purworejo.
Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi yang turut hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi langkah LPPNU dalam mengangkat produktivitas petani lokal.
"Inisiatif ini merupakan bentuk kontribusi strategis NU dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat petani," ujar Dion.
Menurutnya, penguatan sektor pertanian berbasis komunitas keagamaan seperti yang dilakukan NU dapat menjadi model pengembangan yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan panen raya padi yang digagas oleh LPPNU ini sekaligus menandai pergeseran pendekatan Hari Santri menjadi lebih kontekstual, tidak hanya berkutat pada simbolisme seremonial, tetapi juga menyentuh persoalan riil seperti produktivitas pertanian dan ketahanan pangan.