Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Hari Santri 2025 di Wonosobo, Santri Didorong Jadi Garda Peradaban Dunia

GARDA - Ribuan peserta mengikuti upacara Hari Santri 2025 di Alun-alun Wonosobo. (ari sunandar/diswayjateng.com)

Wonosobo — Peringatan Hari Santri Nasional 2025 Wonosobo berlangsung khidmat di Alun-Alun Wonosobo, Rabu 22 Oktober 2025. Tahun ini menjadi istimewa karena menandai satu dekade penetapan Hari Santri oleh pemerintah sejak 2015.


Dengan tema 'Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia', Hari Santri Nasional 2025 mengajak santri berperan aktif menjaga nilai keislaman sekaligus berkontribusi nyata membangun peradaban dunia yang damai dan berkeadaban.


Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat menegaskan, bahwa santri dalam sejarah perjuangan bangsa dan pembangunan masa depan memiliki peran yang sangat strategis.


"Pesantren adalah pusat pendidikan dan peradaban Nusantara. Dari sanalah lahir pelopor bangsa dan pemikir besar. Kini santri tampil di panggung dunia," ujar Afif.


Ia mendorong santri menjadi pribadi unggul secara intelektual, matang spiritual, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Bupati menekankan pentingnya penguasaan teknologi, literasi digital, dan komunikasi global bagi generasi santri.


Afif juga menyoroti peran santri dalam mendukung pembangunan daerah, terutama pada isu pengentasan kemiskinan, pencegahan stunting, serta pemberdayaan masyarakat berbasis nilai Islam dan kearifan lokal.


Bupati Afif yang membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia menyoroti makna Hari Santri Nasional 2025 Wonosobo sebagai penghormatan terhadap Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.


"Perjuangan rakyat mempertahankan kemerdekaan tak lepas dari semangat jihad para ulama. Maka, peringatan Hari Santri ini mengingatkan kita untuk terus berkontribusi bagi kemaslahatan bangsa," ujar Afif.


Ia mengajak santri menggali potensi diri dalam bidang teknologi, bahasa asing, hingga dakwah digital, agar mampu menjadi solusi atas tantangan masyarakat modern.


Perayaan Hari Santri Nasional 2025 di Wonosobo tak hanya bersifat seremonial. Berbagai program konkret turut diluncurkan, antara lain penyerahan SK pembentukan tim percepatan pengelolaan lingkungan hidup pesantren sebagai wujud komitmen terhadap pesantren ramah lingkungan.


Kemudian penyaluran insentif guru keagamaan nonformal senilai Rp720 juta sebagai bentuk apresiasi terhadap pendidik agama, distribusi bibit pohon durian untuk mendukung ketahanan pangan dan penghijauan pesantren.

Selain itu juga long march santri yang melibatkan ribuan peserta. Terakhir membentangkan bendera Merah Putih sepanjang satu kilometer, sebagai simbol nasionalisme dan cinta Tanah Air.


"Barang siapa menanam ilmu, ia menanam masa depan. Dari tangan para santri, masa depan Indonesia akan ditulis," tegasnya.


Ketua Panitia Hari Santri Nasional 2025 Wonosobo, KH. Khoirullah Nurudin, menyampaikan apresiasi terhadap dukungan penuh pemerintah daerah.


"Dari anggaran hingga kebijakan, dukungan Bupati Afif sangat luar biasa. Tahun ini santri benar-benar merasakan hari rayanya sendiri," kata KH. Khoirullah, yang akrab disapa Gus Khoir.


Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan HSN 2025 sudah dimulai sejak pertengahan Oktober dengan beragam lomba, mulai dari mini soccer antar-pesantren, seminar keislaman, hingga lomba video pendek bertema Pesantren Itu Asik, Pesantren Itu Ramah.


Menurutnya, tahun ini HSN Wonosobo 2025 menonjolkan inovasi berbasis media digital dan pelibatan masyarakat luas.


"Kirab santri dengan bendera Merah Putih sejauh satu kilometer menjadi simbol kuat nasionalisme dan kebanggaan santri," ujarnya.


Selain program lingkungan, pemerintah daerah juga membentuk Satgas Pesantren Ramah Anak, bekerja sama dengan Kementerian Agama. Gus Khoir menegaskan bahwa pesantren harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan menjunjung nilai kemanusiaan.


"Metode takzir atau hukuman di pesantren tidak boleh mengandung kekerasan fisik. Kami ingin memastikan proses belajar di pesantren berlangsung mendidik dan melindungi santri," kata KH. Khoirullah.


Peringatan Hari Santri Nasional 2025 Wonosobo menjadi refleksi atas sejarah perjuangan dan simbol kebangkitan moral bangsa.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube