Wonosobo — Komandan Kodim (Dandim) 0707/Wonosobo, Letkol Inf Yoyok Suyitno, melakukan kunjungan silaturahmi ke sejumlah ulama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergi antara TNI dengan unsur keagamaan dan masyarakat sipil dalam menjaga stabilitas wilayah.
Silaturahmi tersebut digelar dalam rangka memperkenalkan diri sebagai pejabat baru di lingkungan Kodim 0707/Wonosobo. Letkol Inf Yoyok Suyitno didampingi oleh Kasdim Mayor Arh Siswoto serta beberapa perwira staf Kodim.
"Peran ulama sangat penting dalam menjaga kondusifitas wilayah. Untuk itu kami berharap sinergi antara aparat keamanan dan para ulama bisa terus terjalin," ujar Letkol Yoyok.
Dalam kunjungan tersebut, Dandim 0707 Wonosobo disambut oleh KH Khaedar Idris, salah satu ulama berpengaruh di Wonosobo. Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana akrab tersebut, kedua pihak sepakat bahwa komunikasi antara tokoh agama dan aparat keamanan memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan umat.
"Umat akan bisa beribadah dengan tenang jika situasi aman. Karena itu, kehadiran aparat keamanan di wilayah sangat dibutuhkan," ujar KH Khaedar.
Ia juga mengingatkan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk berbuat baik kepada sesama dan berbakti kepada orang tua.
"Sebagai umat manusia kita juga harus selalu berbuat baik. Jika tidak bisa membantu orang lain, maka jangan sampai menyakiti," pesannya.
Selain bertemu KH Khaedar Idris, Dandim 0707 Wonosobo juga melakukan silaturahmi ke Ketua Muhammadiyah Wonosobo, Bambang Wen. Dalam pertemuan tersebut, dibahas pentingnya kolaborasi antarorganisasi sosial-keagamaan dengan aparat keamanan untuk mendorong kehidupan masyarakat yang harmonis.
Bambang Wen menyampaikan bahwa peran TNI di daerah sangat strategis, bukan hanya dalam konteks keamanan, tetapi juga dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
"Kami melihat pentingnya sinergi antara aparat keamanan dan organisasi kemasyarakatan. Tujuannya agar umat bisa hidup rukun dan damai," kata Bambang Wen.