Wonosobo — Sebanyak 75 lansia Wonosobo mengikuti prosesi wisuda Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) tahun 2025 yang digelar di Gedung Krt. Mangoen Koesoema, Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo. Program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk memperkuat ketahanan keluarga serta menjadikan lansia tetap sehat, mandiri, dan aktif secara sosial maupun ekonomi.
Kegiatan wisuda ini mengusung tema 'Lansia Sehat, Aktif, Produktif, dan Mandiri', dan dihadiri langsung oleh Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, Kepala Dinas PPKBPPA Wonosobo Dyah Retno Sulistyowati, serta Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah Eka Sulisita Ediningsih.
Turut hadir pula perwakilan dari Dinas Kesehatan, Bappeda, Dinsos PMD, Puskesmas, dan organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengapresiasi semangat para lansia yang telah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Lansia Tangguh. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung program-program pemberdayaan lansia.
"Lansia bukan beban, tetapi aset berharga dengan pengalaman dan kearifan luar biasa. Program ini tak hanya menyehatkan secara fisik dan mental, tetapi juga membangun spiritualitas dan produktivitas," ujar Afif.
Melalui Sekolah Lansia Tangguh, pemerintah berharap dapat memperluas cakupan program hingga ke seluruh kecamatan, sebagai bagian dari pembangunan Kabupaten Ramah Lansia dan Berketahanan Keluarga.
Kepala Dinas PPKBPPA Kabupaten Wonosobo, Dyah Retno Sulistyowati, menjelaskan bahwa Sekolah Lansia Tangguh tidak hanya memberikan edukasi seputar kesehatan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan potensi sosial dan ekonomi para lansia.
"Sekolah lansia adalah ruang belajar sepanjang hayat. Para lansia menemukan kembali makna hidup dan mampu berkontribusi bagi keluarga dan desa," jelas Dyah.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Eka Sulisita Ediningsih, yang menyebut program ini sebagai bentuk sinergi nyata antara pemerintah dan masyarakat.
"Kami ingin setiap lansia hidup sehat, aktif, dan bahagia. Selantang adalah langkah nyata membentuk lansia tangguh," ujarnya.
Prosesi wisuda Sekolah Lansia Tangguh 2025 dibuka oleh Day Care Lansia Aisyiyah Walidah Selomerto, dengan 40 lansia menerima piagam kelulusan sebagai simbol keberhasilan mereka. Disusul oleh 34 lansia dari Sekolah Lansia Agrorini Desa Lamuk, pelopor Selantang di Wonosobo, yang juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam kegiatan ini.
Para wisudawan mengenakan seragam khas Selantang, mencerminkan semangat belajar tanpa mengenal batas usia. Setelah prosesi selesai, acara diwarnai dengan penampilan inspiratif dari para lansia, seperti pembacaan puisi, musik angklung, dan pesan dari wisudawan.
Kegiatan ini menegaskan bahwa Sekolah Lansia Tangguh bukan hanya tentang pembelajaran, tetapi juga pengakuan terhadap peran dan kontribusi lansia dalam masyarakat.