TEGAL — Jawa Tengah tidak hanya memiliki keindahan alam dan budaya yang melimpah, tetapi juga menyimpan jejak sejarah yang panjang dari peradaban manusia.
Salah satu cara terbaik untuk mengenalnya adalah melalui museum-museum purbakala yang tersebar di berbagai daerah, seperti Museum Purbakala Sangiran di Sragen, yang telah diakui oleh UNESCO sebagai situs warisan dunia.
Di lokasi ini, pengunjung dapat melihat fosil manusia purba, alat-alat batu, serta peninggalan arkeologis yang menceritakan perjalanan evolusi manusia di Nusantara.
Wisata Edukatif: Museum Purbakala di Jawa Tengah yang Sarat Nilai Sejarah
1. Museum Purbakala Semedo di Tegal
Museum Semedo adalah museum purbakala yang terletak di Desa Semedo, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Umumnya, fosil yang terdapat di museum ini adalah fosil vertebrata yang pernah hidup sekitar 1,5 juta tahun yang lalu pada zaman Pleistosen.
Terdapat sekitar 3.100 fosil yang tersimpan di museum ini, termasuk fosil homo erectus, mandibula, alat paleolitik, kapak penetak, kapak perimbas, alat serpih, dan alat serut.
2. Museum Purbakala Sangiran di Karanganyar
Museum Purbakala Sangiran adalah salah satu museum purbakala yang terletak di Jawa Tengah. Dengan luas lahan mencapai 56 km persegi, Museum Sangiran berlokasi di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Gemolong, Kalijambe, Plupuh, dan Gondangrejo (Kabupaten Karanganyar).
Situs Sangiran sendiri merupakan bagian dari kawasan Kubah Sangiran yang terletak di depresi Solo, di kaki Gunung Lawu.
Museum ini sangat terkenal sebagai tempat untuk mempelajari kehidupan pra sejarah dan telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.
Situs Sangiran menyimpan kekayaan fosil-fosil purbakala, mulai dari fosil manusia purba, binatang-binatang purba, hingga hasil kebudayaan manusia praaksara.
Di lokasi ini pula untuk pertama kalinya ditemukan fosil rahang bawah, yaitu Pithecanthropus Erectus, yang merupakan salah satu spesies dalam takson Homo Erectus, yang ditemukan oleh seorang arkeolog Jerman bernama Von Koenigswald.
3. Situs Purbakala Patiayam Kudus
Museum Purbakala Patiayam ini yang terletak di Desa Terban Kecamatan Jekulo, Kudus, Jawa Tengah.
Situs ini ditemukan sekitar 1.500 fosil, sejumlah fosil binatang purba dulunya ditemukan oleh warga penduduk setempat dan diantaranya seperti bagian tulang banteng, kepala kerbau, tulang badak, rusa, harimau, gigi sapi, buaya dan tulang lain. Fosil gading gajah purba Stegodon trigonocephalus termasuk primadona Patiayam.
Dilansir dari kuduskab.go.id, Situs Patiayam merupakan salah satu situs terlengkap. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya manusia purba (Homo erectus), fauna vertebrata dan fauna invertabrata.
Ada juga alat-alat batu manusia dari hasil budaya manusia purba yang ditemukan dalam satu aeri pelapisan tanah yang tidak terputus sejak minimal satu juta tahun yang lalu.
4. Museum manusia purba Klaster Ngebung di Sragen
Ada juga museum purbakala yang berada di wilayah Sragen, Jawa Tengah, selain Sangiran. Museum itu adalah Museum Manusia Purba Klaster Ngebung yang terletak di Desa Ngebung, Kecamatan Kalijembe Sragen.
Museum ini menyimpan peninggalan purba berupa fosil binatang, aterfak, dan sisa-sisa kehidupan prasejarah.
Suguhan pertama yang akan kamu lihat saat memasuki Museum Ngebung ini adalah hamparan persawahan yang menghadap ke hutan jati alami.
5. Museum Mini Purbakala Buton di Brebes
Museum Buton yang berada di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes, merupakan museum manusia purba di Jawa Tengah yang memiliki sebuah koleksi penting.
Di sini terdapat fosil manusia purba homo erectus yang usianya kurang lebih 1,8 juta tahun, atau lebih tua dari homo erectus yang menjadi koleksi Museum Sangiran, Sragen, yang berusia 1,5 juta tahun.
Fosil manusia purba yang ditemukan di Brebes ini sekaligus menjadi fosil manusia purba tertua yang pernah ditemukan di Indonesia.
Itulah beberapa wisata edukatif museum purbakala di Jawa Tengah yang sarat nilai sejarah dan bisa menambah pengetahuan sekaligus berwisata.