SUMENEP — Program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kini sudah menjangkau hingga Sabuntan, sebuah pulau terpencil di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur.
Kehadiran program JKN-KIS memberi kemudahan kepada masyarakat Pulau Sabuntan dalam menikmati pelayanan kesehatan gratis, baik itu di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Faskes I) maupun faskes lanjutan seperti rumah sakit melalui sistem rujukan.
Di Pulau Sabuntan sendiri hanya terdapat sebuah faskes berbentuk Pondok Bersalin Desa (Polindes). Polindes yang berada di Dusun 1 inipun menjadi satu-satunya faskes bagi 1.500-an warga Pulau Sabuntan yang merupakan kawasan 3T, yakni terluar, terdepan, dan tertinggal.
Ada dua tenaga kesehatan (nakes) di Polindes Sabuntan, yaitu Indah Malasari bersama Fatimah. Di tengah segala keterbatasan, baik sarana dan prasarana, keduanya selalu semangat melayani masyarakat Pulau Sabuntan dengan sepenuh hati. Hal itu sebagai sebuah bentuk mengabdikan diri untuk negeri.
Indah Malasari menyampaikan bahwa Polindes Sabuntan telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.
"Jadi, masyarakat Pulau Sabuntan bisa menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) ketika periksa ke sini. Bahkan, pasien dengan kondisi medis tertentu, kami akan buatkan surat rujukan untuk pemeriksaan lanjutan ke puskesmas ataupun rumah sakit terdekat," jelasnya saat berbincang dengan diswayjateng.com di Polindes Sabuntan, Selasa (3 Juni 2025).
Salah satunya, adalah Mamah (70), warga Dusun 1, Desa Sabuntan. Indah bersama seorang nakes, Fatimah, serta didampingi beberapa relawan mengunjungi kediaman Mamah untuk pemeriksaan awal. Karena batuk menerus hingga sesak nafas, Mamah pun akhirnya dirujuk ke Puskesmas Sapeken.
"Sebelum berangkat ke Puskesmas Sapeken, kami buatkan surat rujukan terlebih dahulu. Termasuk pemasangan infus di Polindes beserta oksigen untuk membantu pernafasan pasien selama di perjalanan," imbuhnya.
Seperti diketahui, dari Pulau Sabuntan, untuk dapat menjangkau Puskesmas Sapeken di Pulau Sapeken, harus naik perahu nelayan dengan waktu tempuh satu hingga dua jam perjalanan.
"Kalau naik perahu dengan dua mesin itu sekitar satu jam, sekali jalan. Jika satu mesin, bisa satu setengah sampai dua jam," pungkasnya.
Saat ini Kabupaten Sumenep mencatat pencapaian luar biasa dalam layanan kesehatan. Capaian Universal Health Coverage (UHC) di wilayah ini tembus 99,73 persen per 1 Februari 2025, atau setara dengan 1.137.864 orang yang terdaftar dari jumlah total penduduk Sumenep sebanyak 1.140.957 orang.
Berikut potret pelayanan kesehatan gratis dari program JKN-KIS di Pulau Sabuntan:
PEMERIKSAAN AWAL: Dua nakes dari Polindes Sabuntan, Indah Milasari dan Fatimah, memeriksa seorang pasien, Mamah (70), di rumahnya di Dusun 1, Pulau Sabuntan, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Selasa (3/6/2025). (Achmad Fazeri/diswayjateng.com)
MENUJU POLINDES: Pasien lansia, Mamah (70), dipeluk seorang relawan di atas gerobak yang didorong dari rumahnya menuju Polindes Sabuntan, guna pemasangan infus dan oksigen, Selasa (3/6/2025). (Achmad Fazeri/diswayjateng.com)
TIBA DI POLINDES: Pasien perempuan, Mamah (70), dipeluk seorang relawan di atas gerobak, tiba di depan Polindes Sabuntan, Selasa (3/6/2025). Polindes Sabuntan menjadi satu-satunya faskes bagi 1.500 warga setempat yang tersebar di tiga dusun, yaitu Dusun 1, Dusun 2, dan Dusun Palo. (Achmad Fazeri/diswayjateng.com)
MEMASANG INFUS: Seorang nakes, Indah Milasari, memasangkan infus di tangan pasien lansia, Mamah (70), di ruang pemeriksaan Polindes Sabuntan, Selasa (3/6/2025). Selain infus, juga dipasang oksigen untuk membantu pasien bernafas selama perjalanan ke Pulau Sapeken. (Achmad Fazeri/diswayjateng.com)
SURAT RUJUKAN: Seorang nakes Indah Milasari, membuat surat rujukan untuk pasien lansia, Mamah (70), di Polindes Sabuntan, Selasa (3/6/2025). Mamah mengalami batuk dan sesak nafas sehingga dirujuk ke Puskesmas Sapeken yang memiliki perlengkapan medis lebih memadai. (Achmad Fazeri/diswayjateng.com)
NAIK PERAHU: Pasien lansia, Mamah (70), dibantu nakes dan relawan naik ke atas perahu kayu nelayan di dermaga Pulau Sabuntan, Selasa (3/6/2025). Dalam kondisi genting, perahu nelayan menjadi satu-satunya transportasi untuk menyeberang ke Pulau Sapeken.