Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Viral Pemilik Toko di Surabaya Kena Pungli Berkedok Sumbangan Agustusan

TEGAL — Media sosial saat ini sedang ramai membahas sebuah video viral yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur.


Video tersebut menunjukkan momen ketika seorang pemilik toko mengklaim dirinya menjadi korban pungutan liar (pungli) yang disamarkan sebagai sumbangan untuk perayaan 17 Agustus.


Kasus ini tidak hanya memicu perdebatan, tetapi juga menimbulkan emosi publik karena disertai dengan ujaran rasis.


Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 7 Agustus 2025, sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam rekaman yang beredar, tampak tiga perempuan mendatangi toko korban untuk meminta sumbangan bagi acara kemerdekaan.


Permintaan mereka terbilang besar, berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta, dengan alasan bahwa tetangga lain telah memberikan sumbangan dalam jumlah yang sama.


"Mereka memaksa saya untuk memberikan sumbangan dengan nominal yang besar mulai dari 500.000-1.000.000 dengan alasan tetangga lain memberi jumlah tersebut," ungkap pemilik toko, mengutip laman FIN.CO.ID.


Merasa bahwa permintaan tersebut tidak wajar, korban meminta dokumen resmi sebagai bukti kegiatan.


Namun, yang diterima hanyalah secarik tulisan tangan, bukan surat resmi dari panitia. Ketika diminta bukti yang sah, salah satu dari mereka bereaksi dengan kasar dan bahkan berteriak di dalam toko.

"Bukti yang mereka bawa hanya tulisan tangan, bukan dokumen resmi. Saat saya meminta bukti asli, mereka malah bersikap kasar dan salah satu berteriak di dalam toko," tambahnya.


Korban menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pungli dan premanisme, terutama ketika salah satu pelaku melontarkan ujaran rasis "Cino Medit".


"Tindakan ini saya anggap sebagai pungli dan premanisme, apalagi disertai ujaran rasis 'Cino Medit'," tambahnya.


Kronologi kejadian itu kemudian dibagikan korban ke media sosial. Tujuannya, agar masyarakat waspada terhadap modus serupa yang mungkin terjadi di lingkungan mereka.


Video yang diunggah tersebut langsung menuai perhatian luas. Hingga kini, tayangannya telah ditonton lebih dari 387 ribu kali dengan 2.307 komentar.


Warganet pun terbagi dua: ada yang mengecam keras perilaku ibu-ibu tersebut, namun ada pula yang justru menilai pemilik toko seharusnya memberi sumbangan dengan lapang dada.


Meski ramai diperbincangkan, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang.


Peristiwa ini menjadi pengingat agar masyarakat berani menolak pungutan yang tidak resmi, apalagi jika dibarengi dengan intimidasi atau ujaran diskriminatif.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube