Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Viral, Microsoft Putuskan Layanan Cloud dengan Militer Israel

microsoft

Baru-baru ini microsoft menjadi sorotan dunia, bagaimana tidak? Bahwa perusahaan teknologi raksasa dunia ini membuat langkah besar yang menarik yakni memutus sementara akses ke sebagian layanan komputasi awan (cloud) dan kecerdasan buatan (AI) yang digunakan oleh unit militer Israel.


Keputusan menghentikan layanan pada militer israel yang diambil microsoft ini tentu menjadi perbincangan hangat di publik.


Pasalnya keputusan ini bukanlah tanpa alasan, ini adalah respons langsung dari microsoft setelah adanya laporan investigasi media yang mengungkap dugaan penggunaan teknologi mereka untuk pengawasan massal terhadap warga sipil Palestina di Gaza dan Tepi Barat. 


Namun apa yang sebenarnya terjadi hingga microsoft menghentikan layanan pada militer israel? Nah berikut ini akan kami ulas secara lengkap.


Sebuah laporan investigasi dari media internasional menyebutkan bahwa salah satu unit intelijen militer Israel, yang dikenal sebagai Unit 8200, diduga menggunakan platform cloud microsoft, yaitu Azure, untuk menyimpan dan memproses data dalam jumlah besar. Data ini termasuk rekaman jutaan panggilan telepon warga Palestina yang dikumpulkan melalui operasi pengawasan.


Penggunaan teknologi cloud dan AI untuk tujuan pengawasan sipil secara massal ini dinilai melanggar kebijakan penggunaan yang ditetapkan oleh microsoft sendiri. Aturan secara jelas melarang penggunaan teknologi mereka untuk memfasilitasi pengawasan massal terhadap warga sipil.


Tanggapan dan Tindakan Microsoft

Setelah laporan tersebut muncul, pihak perusahaan raksasa ini langsung melakukan peninjauan internal. Wakil Ketua sekaligus Presiden Microsoft, Brad Smith, mengonfirmasi bahwa perusahaan menemukan bukti yang mendukung sebagian temuan dari laporan media tersebut.

Sebagai tindak lanjut, maka pihak perusahaan ini mengumumkan telah menghentikan layanan tertentu, termasuk penyimpanan cloud dan layanan AI, yang terkait langsung dengan operasi pengawasan unit militer tersebut.


Smith menekankan bahwa tidak ingin teknologinya digunakan untuk memfasilitasi pengawasan massal terhadap warga sipil di mana pun di dunia. Keputusan ini menunjukkan bahwa perusahaan teknologi besar juga punya tanggung jawab etika atas bagaimana produk mereka digunakan oleh pelanggan, termasuk pihak militer.


Apa Dampak Keputusan Ini?

Kemenangan Bagi Aktivis: Keputusan ini dianggap sebagai kemenangan penting bagi kelompok-kelompok aktivis dan karyawan teknologi sendiri yang selama ini memprotes keterlibatan perusahaan dalam kontrak militer Israel, terutama yang berkaitan dengan AI dan cloud.


Tidak Hentikan Semua Kerja Sama: Penting untuk dicatat, keputusan ini hanya menghentikan layanan spesifik ke unit tertentu yang melanggar aturan. Tetap mempertahankan hubungan komersialnya yang lebih luas dengan Kementerian Pertahanan Israel (IMOD) untuk layanan lain, seperti keamanan siber.


Isu Data: Laporan menyebutkan bahwa Unit 8200 segera memindahkan data pengawasan yang tersimpan di server begitu isu ini mencuat. Ini menimbulkan pertanyaan tentang ke mana data sensitif tersebut akan dipindahkan, dengan Amazon Web Services (AWS) disebut-sebut sebagai salah satu opsi.


Secara keseluruhan, tindakan microsoft ini mengirimkan sinyal kuat kepada seluruh industri teknologi global bahwa penyedia jasa harus lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam memastikan teknologi canggih mereka tidak disalahgunakan untuk melanggar hak asasi manusia.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube