TEGAL — Sebuah video menunjukkan seorang kurir paket yang dimarahi dengan kata-kata kasar, sehingga diduga mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari konsumen yang menjadi viral di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Cilolohan, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, pada hari Sabtu, 13 September 2025.
Dalam rekaman yang beredar, tampak kurir berusaha menjelaskan mengenai paket yang diantarkan.
Namun, konsumen justru meluapkan kemarahan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, keributan ini dipicu oleh kesalahpahaman terkait barang pesanan dari toko online.
Kapolsek Tanjungjaya, Ipda Nandang, mengonfirmasi kejadian tersebut.
"Setelah laporan diterima, kami bersama anggota langsung menuju lokasi untuk memastikan kejadian yang sebenarnya," ujarnya pada hari Minggu, 14 September 2025, mengutip Radartasik.
Menurut Nandang, konsumen merasa bahwa barang yang diterima tidak sesuai dengan pesanan dan ingin mengembalikannya.
Namun, kurir menolak permintaan tersebut karena paket sudah diterima lebih dari 24 jam dan dalam kondisi terbuka.
Beruntung, masalah ini tidak berlanjut ke ranah hukum.
Polsek Tanjungjaya memfasilitasi mediasi yang dihadiri tokoh masyarakat dan ulama setempat.
“Pihak kurir menolak karena ada aturan barang yang sudah diterima lebih dari satu hari dan sudah dibuka tidak bisa dikembalikan. Namun konsumen tetap ngotot ingin mengembalikan,” paparnya.
Situasi pun memanas hingga konsumen mendorong bahkan memukul kurir.
"Memang sempat ada insiden berupa dorongan, itu yang membuat suasana semakin tegang,” kata Nandang.
Mediasi yang dihadiri tokoh masyarakat dan ulama setempat.
“Alhamdulillah, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan dengan damai. Mereka islah, saling memaafkan, dan tidak melanjutkan kasus ini,” ujarnya.
Dalam kesepakatan, konsumen meminta maaf secara terbuka kepada kurir dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.
Kedua belah pihak juga sepakat tidak memprovokasi pihak lain dan siap menerima konsekuensi hukum jika melanggar perjanjian damai.