Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Viral! Jerome Polin Koreksi Hitungan Tunjangan Rumah DPR Rp50 Juta

TEGAL — Kenaikan tunjangan bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menarik perhatian influencer Jerome Polin.


Jerome menemukan beberapa kejanggalan dalam perhitungan jumlah tunjangan perumahan anggota DPR.


Dalam video yang diunggah di berbagai akun media sosialnya, Jerome Polin melakukan perhitungan yang merujuk pada keterangan dari Wakil Ketua DPR, Adies Kadir.


Adies Kadir sebelumnya dimintai keterangan oleh awak media mengenai polemik yang berkembang di masyarakat saat ini terkait dengan kenaikan gaji anggota DPR.


Adies menegaskan bahwa gaji anggota dewan tidak mengalami kenaikan, hanya tunjangan-tunjangan yang mengalami peningkatan.


Salah satu tunjangan yang diberikan kepada anggota DPR adalah tunjangan perumahan. Sebelumnya, anggota DPR mendapatkan fasilitas rumah dinas, namun mulai periode ini, mereka tidak lagi menerima rumah dinas dan digantikan dengan tunjangan perumahan.


Mengutip Tito.id, jumlah tunjangan perumahan ditetapkan sebesar Rp50 juta per bulan. Menurut Adies, angka ini masih wajar mengingat biaya indekos di sekitar Senayan, Jakarta adalah Rp3 juta per bulan.


“Kalau sekitar sini kan ngontrak atau kita kos kan Rp3 juta per bulan. Didapat kan Rp50 juta per bulan. Kalau Rp3 juta kita kalikan 26 hari kerja, berarti Rp78 juta per bulan.” ujar Adies Kadir di video yang disematkan Jerome di akun Instagram @jeromepolin.

Jerome lantas membuat perhitungan di sebuah papan yang menarik menurut Jerome harusnya angka Rp3 juta per bulan tidak perlu dikalikan dengan 26 hari kerja karena satuannya sudah beda, bulan dan hari.


“Masuk duit Rp50 juta, keluar duit Rp3 juta per bulan. Artinya apa? Dapat untung per bulannya 50-3= 47 juta. Kenapa harus dikali 26 hari kerja?” tanya Jerome di video tersebut.


“Bulan sama hari nggak boleh dikaliin. Kalau dikaliin, 3 dikali 26 sama dengan 78 juta per bulan katanya. Itu artinya Rp3 juta nya per hari. Kalau Rp3 juta per hari itu namanya bukan kos, itu hotel bintang lima.” tegas Jerome lagi.


Jerome Polin juga menyoroti bagaimana tunjangan perumahan anggota dewan yang sangat besar sedangkan kesenjangan sosial di Indonesia masih terjadi.


“Rp50 juta per bulan untuk tunjangan rumah sedangkan di luar sana banyak guru, dosen, tenaga pendidik, nakes nggak tau mau makan apa besok, nggak tau tinggal dimana besok, bisa hidup atau nggak besok, nggak tau. GWS deh,” tutupnya.


Adies Kadir pun memberi tanggapan dengan meralat pernyataan sebelumnya tentang kos Rp3 juta per bulan yang harus dikalikan 26 hari kerja.


Yang ia maksudkan adalah kos Rp3 juta per bulan dikali 12 bulan. Dan angka Rp3 juta per bulan ini menurut Adies adalah kos termurah di daerah Senayan.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube