SEMARANG — Unnes Tennis Club (UTC) kembali menggelar kejuaraan tenis nasional tingkat junior bertajuk UTC Junior Championship Seri III pada 21–23 November 2025.
Pertandingan berlangsung di Lapangan Tenis Dr. Sajoto FIK UNNES serta Lapangan Tenis BNI Kelud, dengan total 110 atlet dari berbagai daerah di Indonesia.
Kejuaraan ini terlaksana berkat kerja sama Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP PELTI), PELTI Kota Semarang, dan Universitas Negeri Semarang (UNNES).
Peserta berasal dari kelompok umur KU 10, 12, 14, dan 16 putra-putri, dengan sebaran peserta dari Sumatra, Jawa, hingga Bali. Dengan memperebutkan total hadiah Rp25 juta.
Direktur pertandingan, Edy Joko Kiswanto, sekaligus Ketua Akumindo DPD Jawa Tengah, menegaskan bahwa kejuaraan nasional seperti ini penting untuk terus digalakkan.
“Kejuaraan ini menjadi ajang pencarian bibit petenis muda yang berpotensi berprestasi di tingkat nasional. Selain itu, menjadi ruang evaluasi bagi atlet dan pelatih agar terus berkembang,” ujarnya kepada Diswayjateng.com, Jumat 21 November 2025.
Ia juga menilai bahwa Indonesia masih kekurangan atlet tenis yang mampu menembus level internasional. Edy menyebut hadirnya petenis muda berdarah Indonesia yang berlatih di Amerika, seperti Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi, dapat menjadi motivasi bagi generasi baru.
“Beberapa tahun terakhir jumlah atlet sangat minim. Dengan adanya kejuaraan seperti ini, kami berharap adik-adik usia 10 hingga 16 tahun ini bisa menyusul dan membawa nama Indonesia di kancah internasional,” tambahnya.
Menurut Edy, kejuaraan tahun ini diikuti lebih dari 100 atlet dari DIY, Jawa Tengah, Surabaya, Sumatra, Jakarta, Bandung hingga Bali.
“Harapannya tahun depan bisa lebih besar, mungkin berlangsung satu minggu penuh. Kami hanya mendorong agar UNNES terus menumbuhkan pembinaan olahraga, termasuk menyediakan fasilitas dan sarana yang memadai,” ujarnya.
Sejumlah atlet muda turut menceritakan pengalaman mereka mengikuti turnamen nasional ini salah satunya Muhammad Ibrahim Humam (13), atlet putra asal Kota Semarang.
Humam, pelajar SMP Negeri 13 Semarang, mengaku telah menekuni tenis sejak 2020 saat pandemi.
“Saya ikut UTC sejak kelas 4 SD. Sudah sering ikut kejuaraan nasional, pernah juara 1, 2, dan 3,” kata Humam.
Ia berlatih setiap hari, terutama menjelang kejuaraan, dan pernah bertanding di berbagai kota seperti Jakarta, Surabaya, Madiun, serta kejuaraan tingkat provinsi.
Selain itu Kinanti Inara Mariza (12), atlet putri dari Kota Semarang yang sekolah Mondial, mengaku mulai bermain tenis sejak TK karena dukungan keluarga.
“Ini keikutsertaan saya yang ketiga di kejuaraan nasional. Pernah juara 2 dan 3,” ujarnya.
Ia turun di KU 14 single dan double. Meski persiapan tidak terlalu panjang, ia tetap optimistis.
“Harapannya bisa masuk final single dan double. Masih banyak yang perlu diperbaiki seperti teknik pukulan,” kata Kinanti.
Kejuaraan UTC Junior Championship Seri III ini menjadi bagian dari upaya UNNES dan PELTI untuk mengembangkan olahraga tenis sejak usia dini.(sul)