Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Tiga Jenazah Mahasiswa UIN Walisongo Sudah Dijemput Keluarganya

DIEVAKUASI - Evakuasi jenazah mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang meninggal dunia terseret arus Sungai Genting di Kendal. (dok.)

Kendal — Suasana duka menyelimuti ruang jenazah RSUD Dr. Soewondo Kendal pada, Selasa malam 4 November 2025. Tiga jenazah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang menjadi korban tenggelam di Sungai Getas Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal akhirnya diambil oleh keluarganya.


Ketiga korban tersebut adalah Riska Amelia, warga Desa Penusuban, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang; Syifa Nadilah, warga Dusun Gombong, Desa Warungpring, Kabupaten Pemalang; dan Muhammad Labib Rizqi, warga Desa Noyonta Antasari, Kota Pekalongan.


Mereka merupakan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo yang tengah melaksanakan kegiatan di wilayah Kecamatan Singorojo.


Sebelum diserahkan kepada keluarga, ketiga jenazah terlebih dahulu menjalani proses visum dan identifikasi di Puskesmas Singorojo 1. Setelah itu, jenazah dibawa menggunakan tiga mobil ambulans menuju kamar jenazah RSUD Dr. Soewondo Kendal.


Di sana, sejumlah petugas medis dan relawan tampak membantu proses administrasi serta memastikan semua prosedur berjalan dengan baik.


Sejak sore hari, beberapa anggota keluarga korban sudah tiba di rumah sakit. Mereka menunggu dengan penuh harap dan kesedihan, berharap bisa segera membawa pulang putra-putri tercinta.


Tangis haru pecah ketika petugas mengizinkan keluarga melihat jenazah untuk terakhir kalinya sebelum diberangkatkan. Sekitar pukul 22.00 WIB, proses penyerahan jenazah dimulai.


Jenazah pertama yang diambil adalah Syifa Nadilah, disusul Muhammad Labib Rizqi, dan terakhir Riska Amelia. Tiga mobil ambulans milik RSUD Soewondo beriringan meninggalkan rumah sakit membawa masing-masing jenazah menuju daerah asal mereka.

Sebelum diberangkatkan ke Kota Pekalongan, jenazah Muhammad Labib Rizqi sempat disalatkan di Masjid Pondok Pesantren Al Muqorrobin, Jetis, Kendal. Sejumlah santri dan warga sekitar turut menyalatkan, mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.


Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, yang mengikuti perkembangan evakuasi korban sejak awal, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam.


“Pemerintah Kabupaten Kendal turut berduka cita atas musibah yang menimpa mahasiswa UIN Walisongo. Ketiga korban yang ditemukan langsung dibawa ke RSUD Dr. Soewondo dan pihak keluarga sudah dihubungi. Kami berharap keluarga diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi cobaan ini,” ujarnya.


Sementara itu, suasana duka juga terasa di kampus UIN Walisongo Semarang. Sejumlah dosen dan mahasiswa terus mengikuti perkembangan proses evakuasi dan pemulangan jenazah sejak siang.


Pihak kampus menyatakan akan memberikan pendampingan penuh kepada keluarga korban hingga proses pemakaman selesai.


Musibah ini menjadi duka mendalam bagi keluarga besar UIN Walisongo. Ketiga mahasiswa yang meninggal dikenal sebagai pribadi yang aktif, ceria, dan memiliki semangat tinggi dalam kegiatan sosial.


Kini, doa dan air mata menjadi pengantar kepergian mereka, meninggalkan kenangan mendalam bagi teman-teman dan para pembimbing KKN.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube