Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Sungai Eufrat Keluarkan Gundukan Emas, Benarkah Tanda Kiamat?

sungai eufrat

TEGAL — Dunia maya dihebohkan dengan unggahan video banya orang yang mencari emas di sungai eufrat, hal ini tentu membuat banyak netizen berkomentar.


Pasalnya di tepian sungai eufrat terdapat gundukan tanah, maka dari itu banyak masyarakat berdatangan ke lokasi untuk melihatnya.


Namun tanpa disangka-sangka ternyata gundukan tanah di tepian sungai eufrat ini ternyata harta harun yang berisikan emas.


Para warga menggunakan sekop dan cangkul untuk menggali endapan mineral yang ada di tepian sungai eufrat tersebut siang dan malam. Namun, para ahli geologi setempat, seperti Khaled al-Shammari, mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati. Menurutnya, dibutuhkan analisis geologi mendalam untuk memastikan apakah endapan itu benar-benar emas atau hanya mineral lain seperti pirit, yang dikenal dengan julukan "emas orang bodoh" karena kilau logamnya yang serupa.


Namun banyak orang yang mengatakan bahwa fenomena yang ada di sungai eufrat ini memiliki hubungan dengan hadis Nabi Muhammad SAW, berikut ini akan kami jelaskan.


Hubungan dengan Hadis Nabi Muhammad SAW


Fenomena yang ada di sungai eufrat ini menjadi sangat viral karena mengaitkannya dengan hadis sahih dari Nabi Muhammad SAW. Dalam beberapa riwayat, disebutkan bahwa salah satu tanda kiamat adalah ketika Nabi Muhammad SAW mengering dan menyingkapkan "gunung emas".


Salah satu hadis yang sering dikutip berbunyi:


“Kiamat tidak akan terjadi sampai Eufrat mengering sehingga muncullah gunung emas. Manusia pun saling bunuh untuk memperebutkan-nya. Dari setiap seratus orang (yang memperebutkan-nya), terbunuhlah sembilan puluh sembilan orang. Setiap orang dari mereka mengatakan, 'Mudah-mudahan akulah orang yang selamat.'” (HR. Muslim)

Hadis lain juga memberikan peringatan tegas:


“Hampir terbuka al-Furat dengan (berisi) simpanan emas. Siapa yang mendatanginya jangan sekali-kali mengambilnya.” (HR. Tirmidzi)


Para ulama menafsirkan hadis ini sebagai peringatan akan sebuah fitnah besar—ujian atau cobaan yang sangat dahsyat. "Gunung emas" di sini bisa jadi dimaknai secara harfiah, namun bisa juga diinterpretasikan sebagai kiasan untuk harta kekayaan duniawi yang berlimpah, seperti minyak bumi, yang memicu konflik dan peperangan.


Penafsiran dan Pesan yang Terkandung


Penting untuk memahami bahwa hadis ini tidak hanya tentang emas, tetapi juga tentang bahaya dari keserakahan dan perebutan harta. Peringatan Nabi SAW untuk tidak mengambil emas tersebut adalah pelajaran tentang bagaimana harta dunia bisa membawa kehancuran dan pertumpahan darah.


Meskipun fenomena di sungai eufrat ini menarik perhatian, para ulama menekankan bahwa umat Muslim tidak boleh terburu-buru menyimpulkan. Fokus utama seharusnya bukan pada kapan kiamat akan terjadi, melainkan pada bagaimana kita mempersiapkan diri menghadapinya. Kejadian ini menjadi pengingat untuk introspeksi diri, meningkatkan amal ibadah, dan menjauhi godaan dunia yang bisa menjerumuskan.


Jadi, sambil menunggu konfirmasi ilmiah apakah gundukan berkilau yang ada di sungai eufrat itu benar-benar emas, ada baiknya kita merenungkan makna dari hadis tersebut. Terlepas dari benar atau tidaknya emas tersebut, peristiwa ini mengingatkan kita akan pentingnya kebijaksanaan dan ketenangan dalam menghadapi isu-isu yang sensitif, apalagi yang berkaitan dengan keyakinan dan akhir zaman.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube