TEGAL — Belakangan ini beredar video bupati pati yang disoraki oleh semua masyarakat saat sedang pawai hari jadi, hal ini tentu menjadi sorotan banyak orang.
Pasalnya baru-baru ini bupati pati tengah disorot banyak masyarakat, karena telah menerapkan kebijakan baru yakni menaikan pajak pbb sebanyak 250 persen.
Kebijakan yang dilakukan bupati pati ini tentu membuat masyarakat kecewa, sehingga menimbulkan banyak masyarakat yang melakukan unjuk rasa.
Maka dari itu, saat bupati pati ini melakukan pawai hari jadi banyak masyarakat menyorakinya.
Nah berikut ini akan kami ulas secara lengkap kronologi saat bupati pati disoraki oleh masyarakat, yuk simak terus ulasannya dibawah ini.
Kronologi Kejadian Bupati Pati Disoraki :
Insiden pertama yang ramai diperbincangkan terjadi saat bupati pati mengikuti Kirab Boyongan dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pati ke-702. Dalam acara tersebut, Bupati sudewo terlihat diarak menggunakan kereta kencana. Momen yang seharusnya menjadi perayaan kebersamaan justru berubah menjadi ajang protes.
Ketika rombongan bupati melintas di tengah lautan massa, warga yang memadati jalanan secara spontan mengeluarkan sorakan "Huuu!" berulang kali. Sorakan ini semakin kencang terdengar, terutama saat kereta kencana melintasi posko donasi yang didirikan oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu. Posko ini merupakan pusat penggalangan dana untuk aksi demonstrasi yang dijadwalkan pada tanggal 13 Agustus mendatang.
Tidak hanya saat kirab, sorakan serupa juga kembali terdengar ketika Bupati Sudewo menemui warga di posko tersebut. Kedatangan bupati yang didampingi rombongan bermaksud untuk berdialog dan mengajak masyarakat menciptakan suasana yang kondusif. Namun, dialog tersebut justru diwarnai sorakan "huuu, huuu, lengserkan, lengserkan" dari warga yang kecewa.
Latar Belakang Kekecewaan Warga
Kekecewaan warga Pati ini berakar dari beberapa kebijakan kontroversial. Pemicu utamanya adalah rencana kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perdesaan dan Perkotaan hingga 250%. Kebijakan ini menuai protes keras dari berbagai kalangan masyarakat. Walaupun kebijakan ini akhirnya dibatalkan oleh bupati, rasa kekecewaan warga sudah terlanjur membekas.
Selain itu, insiden viral lainnya juga memperkeruh suasana, seperti penyitaan donasi untuk demonstrasi yang dilakukan oleh Satpol PP Pati. Tindakan ini memicu kemarahan masyarakat dan dianggap sebagai upaya membungkam suara rakyat.
Meskipun bupati pati telah membatalkan kenaikan PBB dan menyampaikan klarifikasi terkait beberapa kebijakannya, demonstrasi yang menuntutnya untuk mundur masih tetap direncanakan oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu. Sorakan dan protes yang dilontarkan warga menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan publik terhadap kepemimpinan daerah sedang berada di titik nadir. Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa suara rakyat tidak bisa diabaikan dan komunikasi yang transparan serta mendengarkan aspirasi masyarakat adalah kunci utama dalam kepemimpinan.