GROBOGAN — Kementerian Desa dan Pembangunan Desa Tertinggal (KemendesPDT) mengapresiasi peternakan bebek yang dijalankan oleh BUMDesa Tambah Rejeki di Desa Penganten Kecamatan Klambu Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Hal itu terungkap dalam unggahan akun instagram dan tiktok resmi KemendesPDT (@kemendespdt) yang memaparkan bahwa, Desa Penganten berhasil menjadikan Dana Desa menjadi penggerak kemandirian dan kesejahteraan sosial.
”Kabar Inspiratif dari Grobogan! #SobatDesa, Desa Penganten di Kabupaten Grobogan sukses memanfaatkan Dana Desa untuk program ketahanan pangan,” tulis unggahan tersebut.
Kemendes menyebut, BUMDesa ”Tambah Rejeki” telah berhasil mengembangkan unit usaha ternak bebek lewat alokasi Dana Desa tahun 2024, sehingga membuat ekonomi desa bergerak dan gizi warganya pun terjaga.
”Cerita ini menjadi bukti bahwa kemandarian desa bukan mimpi. #SobatDesa Yuk, terus berinovasi untuk desa!”
Kepala Desa (Kades) Penganten Junaidi menjelaskan, usaha ternak bebek tersebut dijalankan sejak April 2025 lalu. Dan sesuai unggahan grafis di akun KemendesPDT ada 1.000 ekor bebek yang saat ini dikelola serta dapat menghasilkan 700-an butir per harinya.
”Pekerjanya ada dua orang, dijalankan sejak April 2025, sudah sekitar tiga bulan,” kata Juned, sapaan akrab Kades Penganten.
Juned mengatakan, program tersebut dijalankan sesuai dengan cita-cita Presiden Prabowo yang ingin mewujudkan ketahanan pangan. Setelah pihaknya melakukan analisa, peternakan bebek dinilai yang paling tepat.
”Tentu ini untuk mendukung program presiden terkait ketahanan pangan. Kami pilih bebek karena nanti juga untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG),” imbuhnya.
Lebih lanjut, Juned menyampaikan, per butir telur dijual Rp 3 ribu. Telur-telur itu biasanya dibeli oleh sejumlah toko hingga puskesmas. Ia pun menargetkan hingga akhir tahun 2025 peternakan bebeknya dapat menyumbang pendapatan asli desa.
”Targetnya bisa menyumbang antara Rp 40 juta sampai Rp 50 juta,” tandasnya.