TEGAL — PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) saat ini menjadi perbincangan hangat terkait dugaan pembobolan rekening dana nasabah atau RDN BCA di salah satu sekuritas yang mencapai Rp 70 miliar. Kabar ini banyak beredar, terutama di media sosial.
EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, memberikan tanggapan dan klarifikasi mengenai isu tersebut. Ia membantah informasi yang beredar dan menyatakan bahwa berita tersebut tidak akurat.
"Informasi tersebut tidak benar. Kami dapat memastikan bahwa sistem di BCA aman, dan tidak ada kerugian finansial yang dialami oleh nasabah," kata Hera, mengutip Katadata pada Sabtu (13/9).
Menurut Hera, saat ini BCA sedang mendukung perusahaan sekuritas untuk melakukan investigasi mendalam.
Hal ini penting untuk memastikan kenyamanan dan keamanan rekening nasabah. "Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan semua pihak terkait, termasuk otoritas," tambah Hera.
Ia juga menegaskan bahwa BCA selalu melakukan pengamanan data dengan menerapkan strategi dan standar keamanan berlapis.
Perusahaan juga berkomitmen untuk melakukan mitigasi risiko yang diperlukan demi menjaga keamanan data dan transaksi digital nasabah.
Sebelumnya, terdapat pemberitaan yang menyebutkan bahwa RDN BCA di salah satu perusahaan sekuritas telah dibobol dengan total kerugian mencapai Rp 70 miliar.
RDN adalah rekening atas nama pribadi yang dibuka oleh pihak sekuritas untuk memfasilitasi transaksi jual beli produk investasi.