Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Fenomena Emas di Sungai Eufrat, Diburu Warga Suriah hingga Tanda Kiamat

TEGAL — Pemandangan yang tidak biasa terlihat di tepi Sungai Eufrat yang mengering di pedesaan Raqqa, Suriah.


Puluhan penduduk setempat berbondong-bondong menggali tanah dengan peralatan sederhana, mulai dari sekop hingga cangkul, siang dan malam. Mereka berburu emas yang dikabarkan muncul seiring dengan surutnya air sungai.


Fenomena ini bermula dari kemunculan gundukan tanah berkilau di dasar sungai. Tindakan yang awalnya hanya didorong oleh rasa penasaran segelintir orang kini berkembang menjadi penggalian masif, yang memicu munculnya ekonomi mikro di sekitar lokasi.


Namun, di balik semangat perburuan emas ini, belum ada campur tangan dari otoritas setempat. Tidak ada regulasi resmi maupun pengawasan keselamatan yang diterapkan, meskipun risiko lingkungan dan kecelakaan mengintai.


Jumlah warga yang terlibat terus bertambah, membuat situasi semakin tidak terkendali.


Seorang insinyur geologi, Khaled al-Shammari, mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati. Ia menjelaskan bahwa endapan mineral memang lazim ditemukan di sepanjang aliran Sungai Eufrat, tetapi penampakan tanah berkilau saja tidak cukup untuk memastikan keberadaan emas.


"Diperlukan analisis geologi yang mendalam untuk menentukan apakah endapan tersebut mengandung emas atau mineral berharga lainnya," ujar al-Shammari, seperti yang dikutip dari Shafaq News, Jumat (8/8/2025).


Perdebatan Hadis dan Tanda Kiamat


Keraguan ilmiah tersebut tidak menyurutkan semangat warga Raqqa. Bagi mereka, momen ini bukan hanya peluang ekonomi, tetapi juga memiliki makna spiritual. Perburuan emas ini memicu kembali perbincangan mengenai sebuah hadis Nabi Muhammad SAW.


Hadis tersebut berbunyi, "Kiamat tidak akan datang hingga Sungai Eufrat menyingkapkan gunung emas yang akan menjadi perebutan manusia."

Ulama Asaad Al Hamdani membenarkan keotentikan hadis tersebut dalam tradisi Sunni. Namun, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mengaitkan peristiwa ini dengan tanda-tanda kiamat.


“Narasi-narasi seperti ini membutuhkan pemahaman mendalam dari para ulama, terutama saat dihubungkan dengan peristiwa aktual,” jelasnya kepada Shafaq News.


Sungai Eufrat dan Krisis Kekeringan Regional


Mengutip laman Inilah.com, Sungai Eufrat, yang mengalir melintasi Turki, Suriah, dan Irak, telah menjadi sumber kehidupan sejak era Mesopotamia kuno.


Namun, dalam beberapa tahun terakhir, penurunan debit airnya telah memicu kekhawatiran di tingkat regional.


Fenomena kekeringan ini dipicu oleh sengketa pembangunan bendungan di Turki serta memburuknya kondisi iklim global.


Perekatan antara krisis lingkungan dan makna spiritual ini menciptakan dilema baru bagi masyarakat di kawasan tersebut.


Tindakan perburuan emas di Sungai Eufrat menggambarkan kompleksitas persoalan di Raqqa. Di satu sisi, ada kebutuhan ekonomi mendesak yang mendorong warga untuk mengambil risiko.


Di sisi lain, fenomena ini diinterpretasikan secara spiritual, seolah menjadi penegasan akan sebuah hadis kuno.


Namun, tanpa intervensi pemerintah dan pemahaman ilmiah yang kuat, kegiatan ini berpotensi menimbulkan masalah sosial dan lingkungan yang lebih besar di masa depan.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube