Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Fakta-fakta Kecelakaan Bus RS Bina Sehat, yang Tewaskan 8 Penumpangnya

Ilustrasi

TEGAL — Kecelakaan Bus RS Bina Sehat kemarin tentu membawa duka yang mendalam. Kabar duka ini pun langsung viral di sosial media.


Kecelakaan Bus RS Bina Sehat ini memakan korban rombongan karyawan dan keluarga RSBS Jember. Insiden ini merenggut 8 nyawa serta puluhan korban luka-luka.


Pasalnya kecelakaan Bus RS Bina Sehat ini terjadi di jalur menurun kawasan Bromo. Momen liburan ini seketika berubah menjadi duka mendalam.


Kronologi dan fakta di balik kecelakaan


Menurut informasi dari pihak kepolisian dan keterangan sopir, kecelakaan bus ini diduga kuat disebabkan rem blong. Sopir bus, Albahri (59), menceritakan bahwa ia sudah merasakan adanya masalah pada sistem pengereman bus sejak memasuki turunan di Kawasan Jatian.


Angin pada rem bus tiba-tiba habis, membuat kendaraan kehilangan kendali. Bus yang melaju tak terkendali itu pun menabrak pembatas jalan dan pagar rumah warga.


Kerasnya benturan membuat bagian depan bus rusak parah, dan beberapa penumpang bahkan terlempar keluar. Sang sopir mengaku sudah berusaha mengendalikan bus, namun gagal.


Ia sempat membanting setir ke kanan untuk menghindari kendaraan lain yang berada di jalur kiri.


Di balik berita kecelakaan bus rs bina sehat ini, ada beberapa fakta pilu yang menambah kesedihan:


1. Liburan untuk Syukuran


Rombongan ini ternyata sedang dalam perjalanan pulang setelah mengadakan acara syukuran kelulusan S1 bagi beberapa perawat di RSBS Jember. Perjalanan yang seharusnya menjadi perayaan berakhir dengan cara yang tak terduga.

2. Korban dari Berbagai Kalangan


Korban meninggal bukan hanya karyawan, tetapi juga anggota keluarga mereka, termasuk anak-anak. Salah satu korban yang meninggal adalah satu keluarga, terdiri dari seorang ayah, ibu, dan anak bungsu mereka yang masih berusia 7 tahun.


3. Satu Keluarga, Anak Sulung Selamat


Ada kisah memilukan dari salah satu keluarga yang menjadi korban. Pasangan Hendra dan Wardatun beserta anak bungsu mereka, Aiza, meninggal dunia.


Namun, anak sulung mereka tidak ikut dalam rombongan, sehingga ia selamat. Kini, anak tersebut harus kehilangan kedua orang tua dan adiknya sekaligus.


Tindak lanjut pihak berwajib


Setelah kejadian kecelakaan bus rs bina sehat ini, pihak kepolisian segera mengambil langkah-langkah investigasi. Olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan menggunakan teknologi Traffic Accident Analysis (TAA) dan 3D scanner untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. 


Selain itu, sopir bus telah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga akan memanggil pengelola perusahaan bus untuk memeriksa kelaikan jalan armadanya.


Kecelakaan bus rs bina sehat ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya keselamatan di jalan raya, terutama untuk kendaraan umum.


Kelayakan armada dan kehati-hatian pengemudi adalah faktor krusial yang harus selalu menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube