Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Diikuti 154 Atlet, Ju-jitsu Semakin Populer di PON Bela Diri 2025

DIGEMARI - Cabor ju-jitsu di PON Bela Diri 2025 diikuti 154 atlet 17 provinsi di Indonesia. (dok. ponbeladiri)

KUDUS — Tiga cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan terakhir di PON Bela Diri Kudus, memantik antusias ratusan atlet untuk menjajal sengitnya persaingan memperebutkan juara di gelanggang Djarum Arena Kudus. 


Tercatat tiga cabor yakni wushu ju-jitsu dan karate itu, dipertandingkan di perhelatan pesta olahraga multi event yang perdana digelar di Kota Kudus. Khusus untuk cabor ju-jitsu kali ini diikuti 154 atlet dari 17 provinsi di Tanah Air. 


Ratusan atlet ambil bagian di PON Bela Diri Kudus 2025. Ajang multi-cabang khusus olahraga bela diri ini, menjadi kesempatan para atlet ju-jitsu Indonesia unjuk kemampuan. Cabor asal Jepang ini mempertandingkan 15 nomor.


Tak pelak, besarnya antusias atlet Ju-jitsu ini membuat Dedy Triharjanto selaku Ketua Umum Pengurus Besar Ju-jitsu Indonesia (PBJI) bangga. 


"Ini luar biasa, PBJI mendapatkan hadiah yang begitu besar dari KONI Pusat dengan 15 nomor pertandingan. Bagi atlet yang tidak pernah bertanding di tingkat ini, sekarang dipertandingkan pada PON Bela Diri Kudus 2025,” ujar Dedy, Jumat 24 Oktober 2025.

PON Bela Diri Ajang Seleksi Atlet

Prestasi atlet Ju-jitsu Indonesia makin bersinar di kejuaraan nasional dan internasional. (ponbeladiri)

Dedy menyebut bahwa perhelatan PON Bela Diri Kudus 2025, menjadi ajang penting dalam proses seleksi dan pembinaan atlet ju-jitsu nasional. Tak hanya itu, ajang multi-event ini, juga berperan besar mempersiapkan atlet untuk tampil di berbagai ajang internasional. 



“Salah satunya di SEA Games Bangkok 2025 pada Desember mendatang,” ucap Dedy yang dilantik sebagai Ketua Umum PBJI periode 2025–2029 pada awal Juni 2025 lalu. 



Dedy mengaku pelaksanaan PON Bela Diri Kudus 2025 turut mendorong perkembangan cabang olahraga ju-jitsu di berbagai daerah. Bahkan terdapat dua provinsi baru yang telah membentuk kepengurusan dan mengirimkan atlet-atlet mereka ke Kudus. 



“Setelah ajang ini (PON Bela Diri Kudus, PBJI optimistis semakin banyak provinsi lainnya yang akan mengikuti langkah serupa. PBJI sudah ada di 25 provinsi di Indonesia, tinggal beberapa lagi yang memang harus kami persiapkan," ungkapnya.

Cabor Tertua Asal Jepang

Ketum PBJI Dedy Triharjanto dan Sekjend PBJI Ahmad Fakhrizal.

Untuk diketahui, ju-jitsu merupakan seni bela diri kuno yang telah ada sejak tahun 230 Sebelum Masehi. Cabor ini masuk ke Indonesia pada tahun 1940-an di masa penjajahan Jepang. Sejak saat itu, ju-jitsu tradisional berkembang pesat di Tanah Air hingga era 1980–1990-an.



Selanjutnya pada tahun 2000-an, mulai beradaptasi dengan gaya Brazilian ju-jitsu. PBJI berperan menyatukan seluruh unsur ju-jitsu, baik tradisional maupun Brazilian, dalam satu wadah pembinaan nasional. 



"Kami membentuk wadah resmi (PBJI) pada 2017 dan dilantik oleh Ketua KONI pada saat itu,” tukasnya. 



Meski tergolong seumur jagung, kata Dedy, organisasi ini telah mencatat kiprah gemilang. Yakni dua kali tampil pada Asian Games, tiga kali pada SEA Games, satu kali pada PON, satu kali di Asian Youth Games. Serta berpartisipasi dalam sejumlah kejuaraan internasional lainnya.



Dedy juga mengapresiasi kepada KONI Pusat dan Djarum Foundation atas suksesnya penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025.



"Kami harapkan, melalui PON Bela Diri Kudus 2025 ini bisa melahirkan para atlet-atlet yang berprestasi. Itulah menjadi aset kami, karena kami hanya bermodalkan atlet yang bisa mengibarkan bendera Merah Putih di luar negeri," pungkasnya

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube