SEMARANG — Lantunan musik rock berjudul “Kosong Tujuh” dari Band Kotak langsung menggema di Atrium Queen City Mall Semarang, Jumat 31 Oktober 2025 malam. Ribuan penonton yang memadati area festival sontak bersorak. Sorotan lampu warna-warni dan hentakan drum seolah menggetarkan seluruh ruangan.
Penampilan tersebut merupakan pembuka megah dari Festival Tring Pegadaian, yang diselenggarakan selama tiga hari penuh yang digelar oleh PT Pegadaian.
Di antara kerumunan penonton yang bersorak, Lisa warga Tlogosari terlihat bersemangat dan menikmati lagu yang dinyanyikan oleh Tantri.
Lisa yang merupakan Sahabat Kotak (nama fans Band Kotak) ini mengaku senang bisa tampil di Semarang.
“Rumah masih kebanjiran sih, tapi demi Kotak apapun saya datangi. Sekalian buat hiburan, sudah seminggu ini bergelut dengan banjir,” ujarnya kepada diswayjateng.com.
Dengan semangat khas Sahabat Kotak, ia tahu acara ini dari grup penggemar dan juga akun Instagram resmi Pegadaian.
“Dapat info dari grup Sahabat Kotak dan IG-nya Pegadaian. Kebetulan saya juga nasabah Pegadaian,” tambahnya.
Saat ditanya tentang aplikasi Tring Pegadaian, ternyata Lisa sudah lebih dulu akrab dengan produk keuangan Pegadaian. Ia memiliki tabungan emas sebelum aplikasi Tring diluncurkan.
“Saya sudah punya tabungan emas. Tapi sekarang setelah ada Tring, kayaknya lebih komplit dan praktis,” katanya.
Festival Tring Pegadaian ini bukan sekadar ajang hiburan. Menurut Kepala PT Pegadaian Kanwil XI Semarang Edy Purwanto, acara tersebut dirancang untuk memperkenalkan pengalaman baru dalam layanan keuangan digital.
“Kami ingin memberikan pengalaman baru bagi pelanggan dan masyarakat melalui aplikasi Tring. Ini penggabungan antara aplikasi konvensional dan syariah dalam satu sistem yang lebih cepat dan aman,” ujar Edy.
Tak hanya soal transaksi, Edy menegaskan bahwa fokus utama festival ini adalah membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya berinvestasi secara modern.
“Target kami bukan hanya transaksi, tapi bagaimana masyarakat bisa merasakan kemudahan dan manfaatnya. Harapannya ada lebih dari seribu pengguna baru yang menginstal aplikasi Tring selama acara berlangsung,” jelasnya.
Menurut Edi, pemilihan Band Kotak sebagai bintang tamu bukan tanpa alasan. Energi mereka yang kuat, familiar di telinga milenial hingga Gen X, dinilai sesuai dengan semangat transformasi digital Pegadaian.
“Kami sempat melakukan polling, dan ternyata respon masyarakat terhadap Kotak sangat tinggi. Lagu-lagu mereka merepresentasikan karakter anak muda yang energik dan berani,” tutur Edy.
Lebih jauh, ia menyebut bahwa kolaborasi ini juga menjadi jembatan antara generasi lama dan baru dari Gen X, Gen Z, hingga Gen Alpha.
“Anak muda sekarang dikenal dengan boom spending suka nongkrong, ngopi, dan pamer gaya hidup. Lewat kampanye ini kami ingin mengarahkan mereka agar investasi lebih terarah, salah satunya lewat emas di Pegadaian,” ujarnya.
Vokalis Kotak, Tantri Syalindri Ichlasari, tampil enerjik di atas panggung. Di sela penampilan, ia mengungkapkan rasa senangnya bisa kembali bekerja sama dengan Pegadaian.
“Senang banget bisa hadir di sini. Apalagi bisa jadi bagian dari upaya mengedukasi generasi muda soal pentingnya investasi. Aku setuju banget sama kata Bapak tadi ‘jaga kekayaan agar tetap kaya’ itu quote of the day buat aku,” ujarnya sambil tersenyum.
Tantri juga mengapresiasi langkah Pegadaian yang kini makin mudah diakses lewat aplikasi digital.
“Sekarang banyak anak muda bingung mau investasi di mana. Dengan adanya ATM Pegadaian dan aplikasi Tring, investasi bisa dimulai dari nominal kecil. Pas waktunya tiba, misalnya mau nikah, tinggal ambil emasnya,” jelasnya.
Tak lupa, Tantri memastikan Kotak membawakan lagu-lagu penuh semangat agar seluruh pengunjung pulang dengan perasaan bahagia.
“Kami bawain lagu yang energinya tinggi biar semua senang dari awal sampai akhir,” katanya.