KUDUS — Perhelatan PON Bela Diri Kudus 2025 yang mempertandingkan cabang olahraga Shorinji Kempo disambut positif berbagai pihak pemerhati olahraga asal Jepang.
Pesta olahraga hasil kolaborasi antara KONI Pusat dan Djarum Foundation itu, sebagai wadah penting bagi para atlet untuk berkompetisi sekaligus mempererat persaudaraan.
“Kalah menang dalam pertandingan adalah hal biasa, namun nilai-nilai persaudaraan harus selalu kita junjung tinggi,” ujar Ketua Umum PB Perkemi Laksamana Madya (Purn) Dr. Agus Setiadji.
Dukungan luar biasa itu diungkapkan Agus dalam pembukaan cabor Shorinji Kempo di Djarum Arena Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (18/10).
Agus menegaskan, para kenshi atau sebutan bagi praktisi Kempo yang bertanding di PON Bela Diri 2025 harus menjunjung tinggi semangat persaudaraan dan sportivitas.
Sebab hal itu, kata Agus, sejalan dengan filosofi Shorinji Kempo yang menempatkan nilai-nilai etika di atas sekadar kemenangan.
“Shorinji Kempo tidak hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga bagaimana membangun karakter dan keharmonisan. Sportivitas menjadi dasar dari setiap pertandingan,” tambahnya.
Prestasi Kenshi Indonesia
Laksamana Madya (Purn) Dr. Agus Setiadji membuka cabor dengan upacara tradisi.(ponbeladiri)
Agus juga menyoroti prestasi membanggakan yang telah ditorehkan Shorinji Kempo Indonesia di kancah internasional. Sebab Indonesia berhasil menempati peringkat kedua dunia dalam kejuaraan di Jepang baru-baru ini.
“Itu prestasi luar biasa bagi Indonesia di pentas dunia,” tuturnya dengan bangga.
Agus berharap Shorinji Kempo dapat terus berkontribusi dalam pembinaan olahraga bela diri nasional.
Ia menilai, cabang olahraga ini memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang kuat secara fisik dan mental.
“Kempo dapat terus berkontribusi dalam pembinaan olahraga bela diri dan menjadi kebanggaan bangsa, sekaligus meningkatkan semangat persatuan di antara para kenshi,” ujarnya.
Shorinji Kempo dipertandingkan di PON Bela Diri Kudus 2025 selama empat hari, mulai Sabtu (18/10) hingga Selasa (21/10).
Sebanyak 314 atlet dari 29 provinsi akan berlaga di 25 kelas yang dipertandingkan.