TEGAL — Ada 6 mitos populer soal kulit kering yang masih banyak dipercaya sampai sekarang. Terutamanya soal perawatan sehari-hari yang justru sangat mempengaruhi kesehatan kulit secara menyeluruh.
Mitos kulit kering yang masih dipercaya ini khususnya bagi mereka para pemula, yang belum begitu paham soal perawatan. Khususnya seputar kelembaban pada dry skin yang memang harus benar-benar diutamakan.
Sejumlah mitos kulit kering ini penting untuk Anda tahu, agar tidak salah mengambil langkah perawatan. Apalagi jika Anda orang yang aktif berkegiatan di luar ruangan atau berada di lingkungan dengan suhu yang dingin.
Di bawah ini 6 mitos kulit kering yang masih banyak dipercaya orang. Disimak sampai tuntas agar tidak salah informasi lagi!
6 mitos kulit kering yang masih banyak dipercaya
1. Kulit kering disebabkan oleh minum air yang kurang
Jika dehidrasi, bisa sangat mempengaruhi semua tubuh termasuk kulit. Namun, kekeringan di lapisan luar kulit biasanya disebabkan oleh kurangnya minyak alami (sebum) dan kerusakan di lapisan pelindung kulit (skin barrier), bukan hanya asupan air.
Minum cukup air itu penting untuk kesehatan umum yang juga termasuk langkah perawatan kulit kering. Pelembab topikal lebih efektif mengatasi kekeringan kulit.
Jadi, pastikan Anda menggunakan produk pelembab yang benar-benar bisa menghidrasi sepanjang waktu, yang biasanya bertekstur cream.
2. Kulit kering tidak perlu pelembab jika cuaca sedang lembab
Meski kelembaban udara bisa membantu, kulit kering masih kekurangan minyak alami dan bisa mengalami kerusakan barrier yang harus diperbaiki. Pelembab tetap diperlukan, khususnya yang mengandung bahan oklusif (penahan kelembaban) dan emolien (pengisi celah kulit) untuk menjaga hidrasi.
3. Menggunakan pelembab tebal sepanjang waktu membuat kulit tidak mau memproduksi minyak sendiri
Mitos kulit kering satu ini juga cukup sering terdengar sehari-hari. Kulit yang kering butuh pelembab untuk menggantikan minyak dan air yang hilang.
Pelembab juga bisa membantu memperbaiki barrier pelindung. Pelembab mendukung fungsi alami kulit, bukan menghambatnya. Jika kulit terhidrasi dengan baik justru berfungsi lebih optimal.
4. Mandi air panas dapat menyembuhkan kulit kering
Mitos dan fakta seputar dry skin berikut ini juga masih banyak yang percaya. Justru sebaliknya, air panas justru bisa menghilangkan minyak alami kulit lebih cepat.
Hal inilah yang menyebabkan kulit menjadi lebih kering dan gatal. Mandi dengan air hangat suam-suam kuku dan durasi singkat lebih disarankan.
5. Semua sabun batangan sama buruknya untuk kulit kering
Untuk yang satu ini tidak sepenuhnya mitos untuk kulit kering. Pasalnya, beberapa sabun batangan memang mengandung deterjen keras yang tinggi pH-nya, yang bisa mengikis minyak alami.
Namun, sudah banyak juga produk sabun batangan dengan formulasi cleansing bar atau sabun batangan pelembab yang mengandung bahan lembut. Kadar pH juga seimbang yang aman bahkan direkomendasikan untuk kulit kering.
6. Kulit kering adalah masalah kosmetik semata
Kulit kering yang parah bisa menjadi tanda kondisi kulit mendasar, contohnya eksim (dermatitis atopik) atau iktiosis. Kulit yang sangat kering juga sangat rentan terhadap infeksi dan iritasi karena barrier yang lemah. Jadi, sangat penting mengutamakan kelembaban kulit kering sehari-hari, baik dari produk pelembab atau serum.
Itulah sejumlah mitos kulit kering yang masih banyak dipercaya orang. Kira-kira apakah Anda pernah dengar salah satunya?