Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Putri PB XIII Tegaskan Tidak Ada Dualisme Kekuasaan di Keraton Solo

MENGIKRARKAN : Putra mahkota Keraton Solo KGPAA Hamangkunegara Sudibyo Rajaputra Mataram mengikrarkan diri sebagai PB XIV di depan jenazah PV XIII sebelum pemberangkatan ke pemakaman Imogiri Bantul DIY. Foto : A KAli

SOLO — Putri sulung almarhum PB XIII Hangabehi, GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, menepis anggapan Keraton Kasunanan Surakarta tengah mengalami perebutan kendali usai meninggalnya PB XIII. Menurut dia, roda organisasi Keraton tetap berjalan normal di bawah PB XIV.


“Keraton masih berjalan baik dengan pimpinan Sinuhun yang sekarang,” tegas Timoer, Sabtu 8 November 2025.


Timoer juga membantah klaim, KGPAA Tedjowulan mengambil alih kendali sebagai pemimpin sementara Keraton Solo. Ia menyebut narasi itu tidak benar dan tidak sesuai kenyataan lapangan.


“Soal Gusti Tedjo yang mengambil alih Keraton, itu tidak benar. Beliau juga tidak ada di Keraton,” katanya.


Timoer menyebut kehadiran Tedjowulan dalam acara-acara inti Keraton selama ini juga minim, sehingga ia menegaskan tidak ada dasar menempatkannya sebagai figur pengganti PB XIII.

“Soal itu, kami tegaskan sekali lagi tidak benar,” tambahnya.


Terkait proses jumenengan untuk KGPAA Hamangkunegara Sudibyo Rajaputra Mataram yang sebelumnya sudah mendeklarasikan diri sebagai PB XIV, Timoer menyampaikan, keluarga besar Keraton masih dalam masa berkabung. Prosesi adat akan disiapkan namun tidak tergesa.


“Masih suasana duka, jadi kami berjalan pelan-pelan,” ungkapnya.


Mengenai SK Mendagri 430-2933/2017 yang dikaitkan sebagai legitimasi posisi Tedjowulan, Timoer menyatakan dokumen itu akan dikaji secara hati-hati.


Untuk saat ini, menurut keluarga, garis posisi Keraton pasca PB XIII jelas, Sinuhun-nya sudah ada, dan narasi dualisme dinilai tidak berdasar.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube