Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Puluhan Siswa di Sragen Alami Mual dan Muntah, Diduga Keracunan Program Makan Berizi Gratis

Ilustrasi

SRAGEN — Puluhan siswa dan guru dari sejumlah sekolah dasar di Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, mengalami keracunan makanan massal.


Peristiwa ini terjadi setelah mereka mengonsumsi hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh Dapur SPPG Mitra Mandiri Gemolong-1.


Informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, pada Senin 11 Agustus 2025 pihak sekolah SD Negeri 4 Gemolong menerima distribusi makanan MBG berupa nasi kuning, telur suwir, orek tempe, selada timun, apel, dan susu. Awalnya, tidak ada tanda-tanda keracunan setelah makanan tersebut disantap oleh para siswa dan guru.


Namun, gejala keracunan seperti mual, pusing, diare, dan muntah mulai dirasakan secara bertahap sejak sore hari, setelah para siswa pulang sekolah, hingga Selasa 12 Agustus 2025 pagi.


Akibatnya, para siswa yang terdampak tidak dapat masuk sekolah dan harus menjalani perawatan di rumah masing-masing.


Saat ini, kasus keracunan ini masih dalam penanganan serius oleh tim gabungan dari Puskesmas Gemolong, Polsek Gemolong, dan Koramil Gemolong. Pihak-pihak terkait juga masih terus melakukan pendataan untuk memastikan jumlah pasti korban keracunan. 


Keterangan dari salah satu orang tua siswa inisial GL, menyampaikan anaknya menjadi salah satu yang Keracunan.

"Anak saya juga kena, sekarang sudah mendingan. Kemarin malam pukul 8 an perut sakit. Mau tak bawa rumah sakit, tapi sudah muntah. Pagi tadi diare, jadi hari ini tidak sekolah," ujarnya 


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen dr. Udayanti Proborini menyampaikan tim sedang berada di Gemolong. "Tim baru di Gemolong, belum ada laporan ke saya," ujarnya. 


Pihaknya menjelaskan meminta Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan (DKK) Sragen dr Sri Subekti untuk segera membuat laporan terkait kejadian di Gemolong. Baik data dari puskesmas, pengambilan sampel dan sebagainya. 


Sementara, Anggota DPRD Komisi IV Sragen Tono meminta evaluasi pada semua dapur SPPG. Dia mendengar kabar ada keracunan MBG.


"Evaluasi penyediaan makanan, karena harus fresh. Cek betul makanan higienis atau tidak," selorohnya. 


Dia mengingatkan agar tidak asal asalan soal MBG. Lantaran menggunakan anggaran yang besar dari negara. "Maka MBG semuanya evaluasi makanan yang akan disediakan," ujarnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube