Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Pengolahan Sampah di PLTSa Putri Cempo Belum Maksimal, DPRD Soroti Lambatnya Progres

Ilustrasi
Progres pengolahan sampah di PLTSa Putri Cempo yang dinilai lamban.

Kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Putri Cempo mendapat sorotan dari DPRD Kota Solo. 


Meski sudah beroperasi sejak Oktober 2023, volume sampah yang berhasil diolah masih sangat minim dan belum berdampak signifikan dalam mengurangi penumpukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).


Wakil Ketua DPRD Solo, Daryono, menyampaikan, dari hasil kunjungan ke lokasi, diketahui PLTSa baru mampu memproses sekitar 80 ton sampah per hari, jauh dari kapasitas ideal yang diharapkan mencapai 450 ton per hari. Padahal, produksi sampah harian di Solo mencapai 380–400 ton.


“Targetnya bisa 545 ton per hari. Tapi realitanya baru 80 ton. Kami minta agar pengelola menambah lini produksi. Katanya Agustus bisa ditingkatkan menjadi 250 ton,” jelas Daryono, Jumat 20 Juni 2025.


Dengan kondisi ini, wacana menjadikan Putri Cempo sebagai lokasi pembuangan sampah dari daerah lain dinilai belum realistis. DPRD khawatir tanpa peningkatan kapasitas, TPA akan makin kewalahan.


Wakil Ketua III DPRD, Ardianto Kuswinarno menambahkan, proses pemilahan masih sangat tradisional, bahkan masih menggunakan tenaga manusia. 

“Pemilahan masih manual. Banyak pemulung dan sapi berkeliaran, yang justru menghambat operasional,” ucapnya.


Sementara itu, Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani mengakui persoalan overload di TPA dan belum optimalnya PLTSa merupakan tantangan serius. 


Salah satu hambatannya adalah jenis sampah yang masuk belum terpilah, terutama dominannya sampah basah.


“Pemkot sedang menjajaki kerja sama antarwilayah dan mendorong optimalisasi sistem PLTSa agar target pengurangan sampah bisa tercapai,” ujar Astrid.


PLTSa Putri Cempo sebelumnya dijanjikan mampu menghasilkan hingga 8 megawatt listrik per hari jika bisa mengolah sampah hingga ratusan ton. 


Namun, kondisi lapangan menunjukkan tantangan besar masih harus diatasi untuk mencapai target tersebut.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube