Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Iwan Adranacus Sukses Bawa INDACO Jadi Tiga Besar di Jawa Tengah

Kisah sukses pengusaha cat
Pendiri Indaco
Iwan Adranakus
yang bermuka dari pegawai bahan kimia
tetapi tertarik kepada teknologi pembuatan cat.

Karanganyar — Siapa sangka, kesuksesan besar PT Indaco Warna Dunia (INDACO), salah satu perusahaan cat terbesar di Indonesia, justru lahir dari tangan sosok yang tak pernah bekerja di industri cat sebelumnya.


Dia adalah Iwan Adranacus, pendiri sekaligus Presiden Direktur INDACO, perusahaan yang kini menaungi dua brand ternama , Envi dan Belazo, dan akan genap berusia 20 tahun pada 5 Desember 2025 mendatang.


Meski terbilang muda, INDACO kini sudah menembus jajaran 10 besar pabrik cat di Indonesia, bahkan mendekati posisi lima besar nasional. Di wilayah Jawa Tengah, pangsa pasarnya bahkan bertengger di tiga besar.


Iwan bercerita, kecintaannya pada dunia cat bermula saat kuliah di Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) pada akhir 1990-an.


“Waktu kuliah saya sempat dapat materi tentang industri cat, dan saya langsung tertarik. Industri cat itu tidak terlalu padat karya, tapi padat teknologi dan butuh kecerdikan dalam bisnisnya,” ujar pria kelahiran Ende, 27 Maret 1978 itu.


Namun jalan hidup membawanya ke tempat lain. Setelah lulus pada 2001, ia justru bekerja di perusahaan perdagangan bahan kimia, bukan di industri cat seperti yang diimpikannya.


Meski begitu, pekerjaan itu justru menjadi pintu pembuka. Sebagian besar kliennya ternyata berasal dari industri cat dan tinta (coating & ink).


“Saya memegang bahan kimia aditif dari Jerman yang digunakan di pabrik-pabrik cat. Dari situ saya belajar banyak tentang masalah dan teknologi cat, walaupun belum bekerja langsung di industrinya,” kenang Iwan.


Pengalaman itu membuatnya memahami teknologi, formulasi, hingga seluk-beluk industri cat dari sisi teknis maupun bisnis.

Berbekal pengetahuan tersebut, pada awal 2004 Iwan memutuskan untuk resign dan menerima tawaran temannya mendirikan pabrik cat kecil di Jakarta.


“Kami produksi cat tanpa merek, fokus untuk industri. Tapi dalam setahun penjualannya tumbuh pesat. Saat itu saya sadar, produk ini harus bisa masuk ke pasar ritel,” ujarnya.


Namun keinginan untuk berkembang membuatnya mencari lokasi baru yang lebih strategis dan efisien. Pilihannya jatuh ke Solo, kota yang dianggap ideal untuk menjangkau pasar nasional.


Pada September 2005, Iwan resmi memindahkan usahanya ke Solo dan mendirikan PT Indaco Warna Dunia. Nama “Indaco” sendiri merupakan singkatan dari Indonesian Company — sebagai simbol dedikasi terhadap karya anak bangsa.


“Saya ingin perusahaan ini benar-benar berdiri atas kemampuan anak Indonesia, tanpa campur tangan asing,” tegasnya.


Berawal dari bangunan bekas pabrik roti di Kadipiro, INDACO terus tumbuh pesat hingga akhirnya berpindah ke lokasi permanen di Desa Pulosari, Kebakkramat, Karanganyar pada Mei 2007.


Kini, dua dekade kemudian, INDACO telah berkembang menjadi pemain utama dalam industri cat nasional. Beragam produk cat dinding dan coating ramah lingkungan miliknya telah dikenal luas di pasaran.


“Semua ini berawal dari mimpi kecil dan keyakinan. Bahwa karya anak negeri bisa bersaing dan bahkan menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” tutur Iwan.


INDACO kini tak hanya dikenal karena produknya yang berkualitas, tapi juga karena komitmennya terhadap inovasi, keberlanjutan, dan kemandirian industri lokal.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube