Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Wali Kota Salatiga Beri Masukkan, e-Ret Tak Berjalan Punishment Ringan Diterapkan

ARAHAN : Wali Kota Salatiga Robby Hernawan saat memberikan arahan terkait penerapan e-Ret. Foto : ist/ Erna Yunus Basri

SALATIGA — Wali Kota Robby Hernawan memberikan masukan jika terdapat pedagang yang lalai terhadap kewajiban e-Retribusi (e-Ret) berbasis QRIS tidak berjalan dapat diberikan Punishment ringan. 


Hal ini diungkapkan Robby Hernawan saat meninjau Kantor UPTD Pasar Kelas A Dinas Perdagangan Kota Salatiga, Selasa 25 November 2025. 


Kunjungan Wali Kota ini untuk memastikan inovasi pembayaran retribusi digital 'Bayar Pas' berjalan efektif, transparan, dan memberikan kemudahan bagi pedagang. 


Turut hadir Sekretaris Dinas Perdagangan, Kasubag Tata Usaha UPTD Pasar Kelas A beserta jajaran, perwakilan Bank Jateng, serta pedagang Pasar Pagi dan Pasar Blauran.


Disampaikan Robby, pentingnya pendampingan bagi pedagang sepuh yang belum terbiasa dengan teknologi, serta pentingnya data sebagai dasar pengendalian untuk mendorong kedisiplinan pembayaran, Robby membuka ruang inovasi tanpa memberatkan pedagang.


"Punishment ringan seperti tidak mendapat nomor undian bisa diterapkan, yang penting adil dan memotivasi," imbuhnya. 


Lebih jauh ia menyampaikan, perlu mengetahui jumlah total pedagang, berapa yang sudah menggunakan QRIS e-Ret, dan berapa yang masih memakai kartu. 

"Jika semua pedagang menggunakan e-Retribusi, potensi PAD (Pendapatan Asli Daerah) kita sangat besar," terang Robby. 


Pada prinsipnya, Robby menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perdagangan, UPTD Pasar, dan Bank Jateng atas upaya modernisasi sistem pembayaran retribusi melalui e-Retribusi.


Sebagai bagian dari monitoring, Wali Kota menyaksikan langsung praktik pembayaran retribusi oleh pedagang Pasar Pagi dan Pasar Blauran menggunakan QRIS e-Ret dan kartu e-Ret. 


Praktik ini menunjukkan bahwa pembayaran melalui QRIS berjalan cepat dan langsung terbaca di sistem e-pasar, kartu e-Ret tetap menjadi opsi mudah bagi pedagang sepuh, sistem menampilkan status pembayaran secara real time, dan pedagang merasa terbantu dengan pendampingan petugas.


Wali Kota mengapresiasi langkah ini sebagai wujud transparansi dan bukti kesiapan sistem dalam operasional harian.


Pada kesempatan ini, Wali Kota juga berpesan kepada Dinas Perdagangan untuk terus melakukan upaya-upaya dalam rangka mengoptimalkan PAD (Pendapatan Asli Daerah).


Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube