Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Usulan Gubernur Ahmad Luthfi Atasi Banjir Semarang Disetujui Pusat

BANJIR - Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Dirjen SDA Kementerian PUPR Dwi Purwantoro saat rapat percepatan penanganan banjir Semarang dan Demak di Kantor Gubernur Jateng
Rabu 29 Oktober 2025. (dok.)

SEMARANG — Tiga usulan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi untuk percepatan penanganan banjir di Kota Semarang dan Kabupaten Demak disetujui oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).


Ketiga usulan tersebut segera dieksekusi dengan tujuan mempercepat penyedotan air genangan di sejumlah kecamatan terdampak banjir di dua wilayah itu.


Usulan pertama yang langsung disetujui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR adalah penambahan pompa air.


Berdasarkan analisis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kekurangan pompa menjadi titik krusial dalam penanganan banjir. Pompa tambahan akan ditempatkan di wilayah Sayung, Demak, dan Kota Semarang.


“Kami minta penambahan pompa untuk mempercepat pengeringan genangan, agar masyarakat bisa segera beraktivitas seperti biasa,” ujar Gubernur Ahmad Luthfi dalam rapat percepatan penanganan banjir Semarang dan Demak di Kantor Gubernur Jateng, Rabu 29 Oktober 2025.


Usulan kedua yang disetujui adalah normalisasi sungai-sungai utama yang menjadi kewenangan Kementerian PUPR. Sungai-sungai tersebut berperan penting dalam mengalirkan air dari wilayah Sayung, Kaligawe, dan Genuk.


Menurut Ahmad Luthfi, langkah normalisasi sangat penting dilakukan sebagai antisipasi menghadapi puncak musim hujan pada Desember 2025 hingga Januari 2026.


Usulan ketiga yang juga disetujui adalah pengerukan Kolam Retensi Terboyo agar daya tampungnya kembali optimal.


Dirjen SDA Kementerian PUPR Dwi Purwantoro menegaskan bahwa pemerintah pusat mendukung penuh langkah Gubernur Jateng tersebut.

“Kami mendukung penuh langkah Pak Gubernur. Di Demak kami tambah lima pompa dengan total kapasitas 2.000 liter per detik. Selain itu, pengerukan Kolam Retensi Terboyo dan normalisasi sungai di Semarang akan segera kami lakukan,” jelasnya.


Dwi menambahkan, pompa baru akan didatangkan dari Jakarta, Surabaya, dan Solo dalam minggu ini. Selain itu, pompa lama di Muktiharjo juga akan diganti.


Tim teknis dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng–DIY telah berkoordinasi di lapangan untuk mengintegrasikan pekerjaan pompa, kolam retensi, dan sistem drainase.


“Kementerian juga akan mengganti pompa yang sudah berumur lebih dari lima tahun pada 2026. Harapan Pak Gubernur, semua bisa selesai tepat waktu,” tegasnya.


Berdasarkan data BBWS Pemali Juana, total kapasitas pompa di empat titik utama penanganan banjir di Kota Semarang — Sringin, Terboyo, Tenggang, dan Pasar Waru — saat ini mencapai 30.360 liter per detik.


Sementara dari BBPJN Jateng–DIY, tengah dilakukan pembangunan sodetan Sungai Sayung sepanjang 168 meter dengan nilai anggaran Rp6,4 miliar yang bersumber dari APBN.


Proyek tersebut dikerjakan selama 65 hari, dilengkapi dua unit pompa berkapasitas masing-masing 50 liter per detik untuk mengalirkan air ke Kolam Retensi Terboyo.


Selain itu, BBPJN juga memperlebar saluran sementara (temporary channel) dari 10 meter menjadi lebih lebar, serta membongkar aramco di muara Sungai Babon guna meningkatkan kapasitas aliran air ke laut.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube