Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Susi Pudjiastuti: Susi Air Siap Perluas Jaringan dan Konektivitas, Asal Dapat Dukungan Pemerintah

Susi Pudjiastuti siap perluas konektivitas udara ke daerah terpencil seperti Karimunjawa. (Wahyu Sulistiyawan)

SEMARANG — Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Aviation, Susi Pudjiastuti, menyatakan kesiapan Susi Air untuk memperluas jaringan dan meningkatkan frekuensi penerbangan, asalkan mendapat dukungan dari pemerintah daerah.


Seperti diketahui, wilayah eksotis seperti Karimunjawa menjadi contoh nyata urgensi kehadiran maskapai perintis seperti Susi Air dalam pengembangan konektivitas dan pariwisata di Jawa Tengah.


Ketika laut sedang tidak bersahabat, penerbangan kecil menjadi satu-satunya harapan wisatawan untuk masuk ke Karimunjawa.


Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, kini melayani rute baru Semarang (SRG) – Karimunjawa (KWB) pulang-pergi yang dioperasikan oleh maskapai Susi Air. Penerbangan ini tersedia tiga kali seminggu, yakni setiap hari Senin, Jumat, dan Minggu.


"Butuh lima sampai sepuluh kali penerbangan ke Semarang? Kami siap. Cilacap pun siap, asal ada dukungan,” ujar Susi optimistis saat peluncuran rute Semarang–Karimunjawa, Jumat, 4 Juli 2025.


Maskapai feeder seperti Susi Air berperan penting dalam menghubungkan penumpang dari daerah ke bandara-bandara besar. Namun sayangnya, keberadaan mereka kerap luput dari perhatian para pengambil kebijakan.


"Kami sering sendirian kalau minta dukungan, karena kami bukan pemain besar. Jadi sering tidak terlalu diperhatikan," ungkapnya jujur.


Saat laut bergelombang tinggi dan kapal tak bisa beroperasi, penerbangan kecil menjadi satu-satunya solusi. “Kalau harus naik kapal Pelni, biayanya mahal. Solusinya ya penerbangan kecil yang konsisten,” jelas Susi.


Meski demikian, tantangan berat tetap menghadang: tingkat okupansi penumpang yang rendah dapat membuat maskapai terpaksa berhenti beroperasi.


"Kalau penumpang di bawah delapan orang selama tiga bulan berturut-turut, kami harus berhenti. Tidak mungkin terus-menerus rugi," keluhnya.

“Karimunjawa bisa dijangkau hanya satu jam lewat udara. Tapi kalau lewat laut, bisa delapan sampai sepuluh jam, atau bahkan tidak bisa sama sekali. Ini adalah terobosan transportasi,” tegasnya.


Susi Air yang berbasis di berbagai bandara kecil, memainkan peran vital sebagai maskapai penerbangan perintis. Salah satu rute legendarisnya adalah Halim–Pangandaran yang telah beroperasi lebih dari 15 tahun. Rute Halim–Cilacap juga pernah berjalan, namun dihentikan karena masuknya operator lain.


Kini, muncul kembali permintaan masyarakat untuk mengaktifkan rute ke Cilacap.


"Biasanya kami jadi penyambung darurat saat maskapai besar tak bisa beroperasi karena alasan ekonomi," tambah Susi.


Di tengah dominasi maskapai besar di industri penerbangan nasional, Susi Air tetap konsisten terbang di bawah radar, menjangkau wilayah-wilayah yang kerap terabaikan.


"Setiap hari kami terbang. Jam terbang kami dalam setahun berkisar antara 25.000 hingga 40.000 jam. Tapi kami jauh dari sorotan, karena beroperasi di daerah-daerah yang sering kali dilupakan," ujar mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu.


Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turut menyatakan dukungannya usai melakukan penerbangan perdana ke Karimunjawa bersama Susi Pudjiastuti dan sejumlah tokoh industri penerbangan.


"Penerbangan perintis ini adalah bukti komitmen kami untuk meratakan pertumbuhan ekonomi hingga ke pulau-pulau terluar," ujar Luthfi.


Ia juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali bandara-bandara perintis di Blora, Purworejo, Cilacap, dan Purbalingga.


"Dengan konektivitas udara yang cepat, investor akan lebih mudah masuk. Waktu adalah hal paling berharga bagi mereka. Transportasi udara adalah solusi percepatan pembangunan," tandasnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube