Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Ratusan Anarko Diamankan Usai Serang Markas Polda Jateng Pasca Demo Mahasiswa Undip

Ratusan pelajar yang diduga kelompok anarko

SEMARANG — Ratusan remaja yang diduga kelompok anarko diamankan aparat kepolisian usai melakukan penyerangan ke Markas Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng), Sabtu 30 Agustus 2025 sore. Penyerangan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, tidak lama setelah aksi damai mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) berakhir.


Wartawan Diswayjateng.com yang masih berada di lokasi kejadian menyaksikan langsung kelompok anarko tersebut disebut datang dari arah Simpang Lima, Kota Semarang, lalu menyerbu ke depan Mapolda Jateng.


Mereka melempari gedung kepolisian menggunakan batu dan benda keras lainnya. Situasi sempat memanas hingga polisi akhirnya menembakkan gas air mata sebanyak dua kali untuk membubarkan massa.


Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menjelaskan bahwa aksi anarkis ini muncul setelah unjuk rasa mahasiswa Undip selesai dengan damai.


“Alhamdulillah kegiatan penyampaian aspirasi mahasiswa Undip terlaksana tertib dan damai. Namun, setelah orasi selesai, muncul kelompok anarko yang dari awal memang sudah memantau aksi tersebut. Sekitar pukul 15.15 WIB mereka langsung melakukan pelemparan batu dan perusakan,” ungkapnya.


Pasca kericuhan, polisi bergerak cepat dengan menyisir jalanan sekitar Mapolda Jateng. Aparat berpakaian preman menghentikan kendaraan yang dicurigai ikut aksi. Hasilnya, sebanyak 95 orang anggota kelompok anarko berhasil diamankan.


Menurut Artanto, sebagian besar yang ditangkap masih berusia remaja, bahkan ada yang masih duduk di bangku sekolah.


“Kalau dilihat sekilas, mereka rata-rata masih pelajar. Tubuhnya kecil dan perawakannya seperti anak sekolah. Saat ini sedang dilakukan pendataan dan pemeriksaan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum,” jelasnya.

Polisi tanpa seragam menyisir dan mengamankan pengendara yang diduga termasuk kelompok anarko yang menyerang Mapolda Jateng. Diketahui, lebih dari 95 anarko diamankan.


Polda Jateng menegaskan bahwa aksi anarkis ini tidak bisa ditoleransi. Selain merusak fasilitas, tindakan tersebut dinilai merugikan perekonomian dan kehidupan bermasyarakat.


“Kami mengimbau masyarakat, khususnya warga Kota Semarang dan Jawa Tengah, agar tidak mudah terprovokasi. Aksi anarko hanya merugikan dan mengganggu ketertiban umum,” kata Artanto.


Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa tindak lanjut kasus ini akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan. Jika terbukti ada unsur pidana, proses hukum akan dijalankan sesuai aturan yang berlaku.


“Apabila hasil penyelidikan menunjukkan adanya unsur pidana, tentu akan diproses hukum. Tidak hanya pembinaan, tapi bisa juga penindakan sesuai undang-undang,” tegasnya.


Atas insiden ini, aparat Polda Jateng meningkatkan pengamanan dan monitoring di sejumlah titik rawan. Polisi meminta masyarakat untuk tetap tenang serta mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di wilayah Jawa Tengah.


“Situasi saat ini tidak baik-baik saja, oleh karena itu kepolisian akan tetap siaga. Kami minta dukungan masyarakat agar Jawa Tengah tetap aman dan kondusif,” pungkas Artanto. (Sul)

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube