Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

PT Sakti Intimegah Pratama Berbagi Kebahagiaan dengan 21 Lansia di Panti Wireda Omega Semarang

Puluhan lansia Panti Wireda Omega Swmarang mengikuti kegiaran menggambar yang diselenggarakan dalam rangka HUT ke 15 PT Sakti Intimegah Pratama. (Wahyu sulistiyawan)

SEMARANG — Memperingati HUT ke-15, PT Sakti Intimegah Pratama berbagi kebahagiaan kepada puluhan lansia yang tinggal di Panti Wireda Omega, Jalan Rorojongrang No. 1, Manyaran, Semarang Barat, sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR).


Sebanyak 21 lansia penghuni panti menerima sejumlah paket sembako serta mengikuti berbagai aktivitas hiburan.

Dengan mengusung tema “Sakti Berbagi, 15 Tahun Membangun Negeri dengan Hati”, kegiatan ini menjadi wujud kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya para lansia.


Marketing Communication PT Sakti Intimegah Pratama, Waskito Hutomo atau akrab disapa Itok, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ungkapan syukur atas perjalanan perusahaan selama 15 tahun.


“Tujuan kami datang ke sini untuk berbagi dengan oma-opa, menghibur, dan memberi semangat. Ini bagian dari rasa syukur kami dalam memajukan masyarakat,” ujarnya, Sabtu 22 November 2025 siang.


Selain pemberian sembako, rangkaian kegiatan diisi dengan permainan bola, melukis, hingga berjoget bersama para lansia. Menurut Itok, CSR bukan hanya dilakukan panti Wireda Omega, tetapi juga melalui program lain, termasuk pembangunan fasilitas umum di sejumlah wilayah.


Pengurus Panti Wireda Omega, Yos Sahertian, menjelaskan saat ini panti dihuni 21 lansia dengan dukungan 11 pengasuh. Ia mengungkapkan bahwa fasilitas panti masih memerlukan banyak perbaikan, terutama untuk akses mobilitas para lansia.

“Kami memang belum punya dana untuk membuat lift. Kalau ada acara, oma-opa harus didorong keluar. Saat hujan mereka bisa kehujanan, dan pengasuh yang mendorong juga kesulitan karena usia,” ujarnya.


Selain lift, pihak panti juga berharap dapat membeli solar water heater agar penyediaan air hangat tidak lagi bergantung pada LPG atau listrik.


Yos menjelaskan aktivitas harian lansia di panti dimulai dengan pemberian susu atau teh hangat, dilanjutkan dengan berjemur dan senam lansia.


"Lansia yang masih mampu bergerak difasilitasi alat olahraga ringan seperti sepeda statis, sementara lansia yang mengalami gangguan kesehatan tetap mendapatkan perawatan intensif," terangnya.


Mayoritas penghuni panti berasal dari Semarang, meski beberapa juga datang dari luar kota. Tidak semua keluarga rutin berkunjung, namun panti tetap memberikan pelayanan penuh, termasuk biaya pemakaman bagi lansia tidak mampu.


“Kami menerapkan subsidi silang. Ada yang membayar, ada yang benar-benar kurang mampu sehingga gratis. Yang penting mereka terawat sampai tutup usia,” tambah Yos.



Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube