SEMARANG — Dalam beberapa hari terakhir, pesawat PK SNM pembawa natrium klorida (NaCl) tampak mondar-mandir di langit Semarang dan sekitarnya.
Pesawat dengan kode registrasi PK-SNM adalah jenis Cessna 208 Caravan milik maskapai Smart Aviation.
Pesawat ini adalah pesawat serbaguna yang sering digunakan untuk operasi modifikasi cuaca (TMC), kargo, dan penerbangan penumpang di wilayah tertentu.
Sesuai instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, pesawat tersebut menjalankan operasi modifikasi cuaca untuk memperkecil intensitas curah hujan yang menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.
Setiap kali terbang, pesawat membawa sekitar 1.000 kilogram NaCl dengan empat personel di dalamnya, terdiri atas kapten, kru, dan dua petugas penabur garam.
Dalam video yang dirilis BPBD Jawa Tengah, tampak petugas memasukkan karung- karung berisi garam ke dalam badan pesawat sebelum lepas landas. Karung berwarna putih itu disusun rapi di bagian belakang kabin untuk kemudian disebar di udara.
Operasi ini menjadi harapan besar bagi warga terdampak banjir di Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kendal, hingga Pati, yang selama beberapa hari terakhir dilanda hujan lebat.
Instruksi modifikasi cuaca dikeluarkan Gubernur Ahmad Luthfi sejak 27 Oktober lalu. Pelaksanaannya dikomandoi Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas C. Penanggungan.
Namun, menurut Luthfi, satu pesawat belum cukup menghadapi awan hujan yang terus terbentuk di langit Jateng.
“Rekayasa cuaca akan kita tambah satu pesawat. Awan ternyata berasal dari wilayah Solo,” ujar Luthfi.
Dengan tambahan itu, kini dua pesawat dikerahkan untuk memperluas jangkauan operasi modifikasi cuaca.
Penambahan pesawat PK - SNM untuk OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) diharapkan dapat menekan curah hujan ekstrem di kawasan rawan banjir, khususnya di Pantura Jateng seperti Kaligawe, Genuk, dan Sayung.
Program ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian PUPR, BRIN, BMKG, BNPB, dan BPBD Jawa Tengah