SEMARANG — Penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk pekerja dengan gaji di bawah Rp3,5 juta di Kota Semarang hampir tuntas.
Hingga akhir Juli 2025, realisasi pencairan bantuan sebesar Rp600 ribu tersebut telah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan selesai 100 persen dalam waktu dekat.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang, Sutrisno menjelaskan, BSU ini diberikan kepada pekerja formal maupun non-formal yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Per hari ini, cakupan penyaluran BSU sudah mendekati 90 persen. Kami terus mendorong perusahaan dan kelompok pekerja non-formal untuk segera melengkapi data agar bisa menerima bantuan,” jelas Sutrisno kepada diswayjateng.com, Kamis 31 Juli 2025.
Menurutnya, program BSU di Semarang saat ini masuk tahap kedua dan ditargetkan tuntas sebelum akhir Juli 2025. Disnaker juga mempercepat verifikasi data melalui RT/RW dan pekerja yang berpindah lokasi kerja.
Meskipun capaian penyaluran tinggi, masih ada kendala di lapangan, seperti perubahan kepengurusan RT/RW serta mobilitas pekerja formal yang pindah kerja ke luar daerah.
“Sisa penerima yang belum terdata mayoritas berasal dari sektor informal sekitar 100 ribu orang, dan dari sektor formal masih ada sekitar 50 ribu pekerja,” tambahnya.
Disnaker memperkirakan total penerima BSU di Kota Semarang berkisar 250 ribu hingga 300 ribu pekerja. Namun, data resmi penerima sepenuhnya berada di bawah wewenang BPJS Ketenagakerjaan.
“Yang mengetahui detail jumlah penerima adalah BPJS Ketenagakerjaan. Kami hanya memantau kekurangan data dan memfasilitasi agar distribusi bantuan bisa cepat selesai,” tegas Sutrisno.