SEMARANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengeluarkan imbauan khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kerjanya terkait situasi unjuk rasa yang tengah berlangsung di ibu kota Jawa Tengah ini.
Melalui Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Budi Prakosa, menyampaikan bahwa surat edaran itu dimulai 1 hingga 4 September 2025, ASN dianjurkan mengenakan pakaian batik serta menggunakan transportasi umum, termasuk layanan angkutan daring (online).
Imbauan tersebut disampaikan melalui surat edaran resmi yang berlaku sejak awal September. Menurut Budi, kebijakan ini bukan hanya soal kedisiplinan ASN, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan suasana kondusif di tengah meningkatnya dinamika aksi unjuk rasa.
“Ya, ben suasananya masyarakat damai, sejuk, dan nyaman. Ini bentuk keprihatinan bersama agar situasi tetap adem meski ada aksi di luar sana,” kata Budi Prakosa di Balai Kota Semarang, Senin 1 September 2025.
Budi menegaskan, pemilihan pakaian batik bagi ASN memiliki makna khusus sebagai simbol persatuan dan identitas budaya. Sementara imbauan penggunaan transportasi umum, termasuk ojek online, merupakan wujud solidaritas sekaligus langkah mengurangi potensi kepadatan lalu lintas di kawasan kota.
“Solidaritas itu, lho. Kalau ASN naik angkutan umum, termasuk ojol, maka suasana bisa lebih cair, tidak menambah keruwetan lalu lintas di jalan,” jelasnya.
Meski suasana Balai Kota tampak lebih sepi dari biasanya, Budi menegaskan bahwa pelayanan publik tetap berjalan normal, baik secara luring maupun daring. Ia memastikan masyarakat tetap bisa mengakses layanan pemerintahan tanpa hambatan.
“Pelayanan tetap normal. ASN tetap masuk kerja seperti biasa, baik online maupun offline. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tambahnya.
Di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil akibat unjuk rasa, Pemkot Semarang mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketenangan.
“Mari kita berdoa bersama-sama agar Semarang tetap aman, terkendali, dan damai. Semua pihak harus berkontribusi menjaga kondusivitas kota ini,” ujar Budi.