Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Pastikan Tidak Ada Perusakan Masjid, Kades Duren: Kami Sesalkan Narasinya

Kepala Desa Duren Trismiwati

UNGARAN — Kepala Desa Duren Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang Trismiwati menegaskan tidak ada kerusakan masjid di desanya. Dia menyesalkan narasi perusakan masjid, yang kemudian viral di media sosial.


Bahkan, menurutnya, sampai saat ini seluruh kegiatan keagamaan di masjid tersebut tetap berjalan lancar. Jamaah juga tetap menjalankan ibadah rutin seperti biasanya. 


Trismiwati menyesalkan beredarnya video viral dengan narasi perusakan masjid di wilayahnya. 


"Video yang berada di media sosial itu tidak seperti yang sebenarnya terjadi, narasinya tidak benar. Tidak ada kerusakan di masjid yang berada di wilayah Dusun Jetak Desa Duren," kata Trismiwati saat ditemui di Bandungan, Rabu 29 Oktober 2025. 


Ia berani memastikan, sampai saat ini masjid masih dalam keadaan bagus. Bahkan, kegiatan keagamaan tetap berjalan lancar. 


Tak hanya itu, jemaah juga tetap menjalankan ibadah rutin. Dan kondisi masyarakat Jetak dan Bandungan dalam situasi kondusif. 


"Berita (di dalam video viral) tidak sesuai jangan disebarkan. Masyarakat dalam kondisi baik, ibadah tetap berjalan," tandasnya.


Ia pun membeberkan fakta, jika pada Rabu 22 Oktober 2025 sekira pukul 24.00 WIB marbot yang rumahnya di depan masjid, mengusir kelelawar yang masuk ke masjid. 


Bahkan, lanjut dia, kondisi masjid usai digunakan salat Isya terlihat sepi. Berlanjut pada esok harinya, Kamis 23 Oktober 2025 pukul 01.30 WIB, rumah marbot masjid tiba-tiba diketuk dua orang tak dikenal yang mengabarkan ada perusakan masjid. 

Selain itu, mereka juga mengetuk rumah imam masjid, namun tidak dibukakan. "Kejadiannya tidak lama, mereka merekam terus pergi. Setelahnya 'ya' marbot kembali ke rumah," ucap Trismiwati. 


Yang anehnya, pada saat memasuki waktu Salat Subuh Marbot melihat masjid sudah rapi lagi. Kursi dan karpet yang semua terbalik, kondisinya ditempat semula. 


"Tidak ada karpet yang berantakan, tidak ada kursi terbalik, dan alat mengaji sudah baik, semua sudah beres lagi," akunya. 


Sampai saat ini, ia sendiri tidak mengetahui siapa orang-orang yang datang ke masjid sambil melakukan perekaman. 


Sebelumnya, dari keterangan resmi Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, bahwa kasus yang membuat gampar warga muslim Kabupaten Semarang itu masih dalam lidik. 


"Saat ini, kasus video viral masih dalam lidik hingga melakukan pengembangan lebih luas lagi," ungkap Kapolres saat silahturahmi dengan awak media di Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa 28 Oktober 2025. 


Dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil para saksi. Disampaikan Kapolres, pihaknya telah menerima aduan dari Ormas keagamaan pada Senin 27 Oktober 2025.


Namun, laporan resmi baru akan diterima jajaran Reskrim Polres Semarang pada Selasa 28 Oktober 2025 ini.