Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Pasar Ngabei Jogoloyo Gaungkan UMKM dan Budaya Lokal Tanpa Sampah Plastik

Suasana Pasar Ngabei awal Agustus di Demak (foto : Nungki Disway)

DEMAK — Kunjungan kerja Anggota DPR RI Andhika Satya disambut antusias oleh warga Desa Jogoloyo dalam kegiatan Reses dalam pemberdayaan UMKM. Foto


Pasar Ngabei Jogoloyo Gaungkan UMKM dan Budaya Lokal Tanpa Sampah Plastik


DEMAK — Sebuah pasar unik dan edukatif hadir di Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak. Bertajuk Pasar Ngabei, kegiatan ini rutin digelar setiap Minggu di pekan pertama setiap bulan, mengusung konsep pasar rakyat yang ramah lingkungan, berbasis budaya lokal, serta menjadi ajang promosi UMKM warga.


Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Andhika Satya W. Pangarso, mengunjungi langsung pasar tersebut dan menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif warga.


"Kegiatan ini sangat luar biasa. Ada unsur lingkungan, pemberdayaan ekonomi, dan pelestarian budaya. Saya siap membantu fasilitas seperti meja dan kursi, dan berharap tiap kecamatan punya kegiatan seperti ini," ujarnya, Senin (4/8/2025).


Andhika juga mendorong agar Pasar Ngabei mendapat dukungan promosi lebih luas agar bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain.


Pasar Ngabei lahir dari inisiatif komunitas ibu-ibu petani Bank Sampah Krajan Makmur RT 3 RW 4. Dibuka sejak Oktober 2024, seluruh kegiatan pasar dijalankan secara swadaya tanpa sponsor. Meja-meja jualan pun dibuat dari peti bekas.


Ketua pengelola Pasar Ngabei, Masnu’ah, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga edukasi dan lingkungan.

"Kami ingin masyarakat terbiasa hidup tanpa plastik, tapi tetap bisa menikmati jajanan tradisional. Semua makanan di sini buatan warga sendiri," tuturnya.


Makanan yang dijual beragam, mulai dari nasi jagung, lontong sayur, pecel, getuk, kolak, hingga jamu tradisional. Harganya sangat terjangkau, antara Rp1.000 hingga Rp10.000.


Ciri khas lainnya dari pasar ini adalah sistem pembayaran menggunakan koin khusus. Pengunjung menukarkan uang tunai menjadi koin senilai Rp2.000, Rp5.000, dan Rp10.000 sebelum berbelanja. Bahkan saat ini, transaksi dengan QR Code juga mulai diterapkan sebagai bentuk adaptasi digital.


Kepala Desa Jogoloyo, Dennis Bakhria, menyambut baik apresiasi dari DPR RI dan mengungkapkan rasa bangga terhadap gerakan warga.


"Ini adalah mahakarya warga Jogoloyo. Kalau tidak berinovasi, kami akan tertinggal. Kehadiran Mas Andhika menjadi motivasi besar bagi ibu-ibu pelaku UMKM di Pasar Ngabei," ujarnya.


Masnu’ah menambahkan bahwa pihaknya membuka diri terhadap kolaborasi dan berharap ada dukungan lanjutan dari pemerintah maupun swasta.


"Kami butuh promosi, tambahan fasilitas, dan pendampingan agar Pasar Ngabei bisa berkembang dan jadi contoh nasional," pungkasnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube