SEMARANG — Untuk meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas, Satgas Operasi Patuh Candi 2025 menggelar razia gabungan di Jalan Pamularsih, Kota Semarang, Senin pagi 21 Juli 2025.
Kasigar Subdit Gakkum Ditlantas Polda Jateng, Kompol Asfauri, yang memimpin razia, menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan bersifat edukatif dan empatik.
"Kami ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat, bukan semata-mata menindak," ujar Kompol Asfauri di lokasi.
Dia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari operasi serentak di seluruh wilayah hukum Polda Jawa Tengah.
"Sebanyak 40 personel gabungan dari Satlantas, Sabhara, Propam, dan Dokkes Polda Jateng diterjunkan dalam razia tersebut" katanya.
Petugas menyasar pelanggaran kasat mata seperti pengendara tanpa helm, kendaraan tanpa pelat nomor atau kelengkapan, knalpot brong, tidak mengenakan sabuk pengaman, serta pelanggaran lain yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Hasilnya, petugas menilang tiga pelanggaran berat dan memberikan 17 teguran kepada pelanggar ringan.
Razia ini juga merupakan bagian dari upaya Polda Jateng untuk menekan angka kecelakaan dan menciptakan budaya berkendara yang aman dan tertib.
Selama kegiatan berlangsung, arus lalu lintas di sekitar Jalan Pamularsih terpantau lancar dan terkendali.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menyatakan bahwa pendekatan humanis terus dikedepankan dalam setiap operasi kepolisian.
Ia mengimbau masyarakat untuk selalu melengkapi surat-surat kendaraan, mematuhi peraturan, dan mengutamakan keselamatan di jalan.
"Kesadaran berlalu lintas harus tumbuh dari pemahaman akan pentingnya keselamatan bersama, bukan karena takut ditilang," tandasnya.