SEMARANG — Suasana berbeda terasa di Aula Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang, sebanyak 60 warga binaan pemasyarakatan (WBP) antusias mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat dari mahasiswa Program Studi Magister Hukum, Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang.
Dengan mengusung tema "Konsekuensi Hukum terhadap Penggunaan Narkoba", kegiatan ini menyajikan pemaparan edukatif mengenai tindak pidana narkotika dan dampak negatif narkoba terhadap kesehatan fisik maupun mental.
Pemaparan materi dilakukan secara interaktif, memungkinkan warga binaan untuk bertanya langsung dan berdiskusi dengan para mahasiswa.
Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan hukum, tetapi juga menyentuh sisi emosional para peserta.
"Materi tentang dampak narkoba ke kesehatan mental sangat menyentuh. Saya jadi lebih paham tentang konsekuensi hukum dan bahaya narkoba. Terima kasih untuk kakak-kakak mahasiswa yang sudah datang dan peduli sama kami," ungkap “S”, salah satu warga binaan, Jumat 25 Juli 2025.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan fisik warga binaan, mahasiswa UNTAG Semarang juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis seperti pemeriksaan gula darah dan tekanan darah. Layanan ini disambut baik oleh para WBP yang jarang mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Di akhir kegiatan, mahasiswa menyerahkan souvenir secara simbolis kepada perwakilan warga binaan dan petugas lapas sebagai bentuk penghargaan dan kenang-kenangan.
Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak Lapas Perempuan Semarang. Kasi Binadik, Tetty Siahaan, yang mewakili Kepala Lapas, menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa terus dilakukan.
"Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran hukum serta menumbuhkan motivasi bagi WBP untuk menjalani hidup sehat dan bebas dari narkoba," ujar Tetty.
Kegiatan pengabdian ini tidak hanya menjadi bentuk implementasi ilmu dari para mahasiswa, namun juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di dalam lapas.