Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Jawa Tengah Ingin Jadi Pusat Industri Hijau Nasional

HIJAU - Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meresmikan Program Rengganis Pintar di ajang Jawa Tengah Green Industry 2025 di North Ballroom
Gumaya Tower Hotel
Kamis 18 September 2025. (dok.)

SEMARANG — Program Rengganis Pintar (Revitalisasi Green Industry sebagai Strategi Peningkatan Ekspor) secara resmi telah di resmikan di Jawa Tengah.


Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan Program Rengganis Pintar di ajang Jawa Tengah Green Industry 2025 di North Ballroom, Gumaya Tower Hotel, Kamis 18 September 2025.


Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng, Juli Emilia, mengatakan Program Rengganis Pintar merupakan program hasil kolaborasi Disperindag Jateng dengan Institute for Essential Service Reform (IESR).


"ini menjadi langkah strategis memperkuat daya saing industri sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan" kata Juli .


Dia menjelaskan Rengganis Pintar memiliki sejumlah keluaran penting, mulai dari pembentukan Forum Industri Hijau Daerah, penyusunan indeks hijau untuk mengukur kesiapan IKM menuju industri hijau,


"Hingga layanan Klinik Konsultasi Hijau dan edukasi generasi muda melalui proyek percontohan di 26 sekolah SMA/SMK" katanya.


Lebih lanjut Juli menjelaskan, Jawa Tengah menjadi provinsi pertama yang memiliki indeks hijau sebagai alat ukur kesiapan industri kecil menengah bertransformasi menuju industri hijau.


"Hasilnya akan kami laporkan ke Menteri agar bisa menjadi pilot project nasional,” ujarnya.


Sebagai bentuk sinergi, dilakukan penandatanganan nota kesepakatan antara Disperindag Jateng, IESR, Fakultas Teknik Undip, Fakultas Teknik UNS, dan KITB terkait pendampingan transformasi industri hijau lewat Industrial Assessment Center (IAC).

Prosesi ini disaksikan langsung oleh Gubernur Luthfi dan Kepala BSKJI Kemenperin RI.


“Event ini juga mengusung tiga zero: zero emission, zero waste, dan zero APBD. Penyelenggaraan sepenuhnya didukung mitra tanpa membebani anggaran daerah,” jelas Juli.


Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, transformasi industri hijau di Jateng selaras dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan ekonomi hijau sebagai basis pembangunan.


“Alhamdulillah, Pemprov Jateng bersama mitra hari ini meluncurkan Rengganis Pintar. Jawa Tengah punya potensi besar, dan ini bukan hanya mimpi, tapi warisan untuk anak cucu kita,” kata Luthfi.


Ia mencontohkan keberadaan PLTS di Batang yang menjadi salah satu terbesar di Asia Tenggara serta proyek energi terbarukan di Kendal.


Potensi ini, kata dia, akan terus didorong agar Jateng benar-benar menjadi pusat industri hijau nasional.


Selain itu, Pemprov Jateng juga memberikan insentif pajak bagi pelaku industri yang berinvestasi di sektor hijau sebagaimana diatur dalam Perda No. 12/2022 dan Pergub pelaksanaannya.


“Kami ingin semua pelaku usaha berlomba menerapkan industri hijau. Insentif ini bentuk dukungan agar mereka berani bertransformasi sekaligus menjaga daya saing Jateng di pasar global,” tegasnya

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube