Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Gelar Jambore Petani Cilik dan Remaja Tani 2025, Wali Kota Semarang Dorong Regenerasi Petani

PETANI - Jambore Petani Cilik dan Remaja Tani 2025 di Semarang resmi digelar untuk menciptakan generasi penerus petani di masa depan. (ist)

SEMARANG — Langit cerah di Agro Purwosari, Kecamatan Mijen menjadi saksi semangat ratusan siswa yang mengikuti Jambore Petani Cilik dan Remaja Tani 2025. Kegiatan yang digelar Dinas Pertanian Kota Semarang ini bertujuan menanamkan kecintaan pada pertanian sejak usia dini, sekaligus menyiapkan generasi penerus petani di masa depan.


Wali Kota Semarang, Agustina, hadir langsung membuka kegiatan ini dan memberikan dorongan semangat kepada para peserta. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sektor pendidikan dan pertanian untuk masa depan anak-anak.


"Kita masih ada sisa 5 bulan (Agustus–Desember 2025), bidang yang belum tersasar mari kita sasar, di antaranya adalah pendidikan dan pertanian. Saya berharap anak-anak ini belajar sesuatu yang memiliki harapan untuk masa depannya," kata Agustina, Sabtu 9 Agustus 2025


Ia menambahkan, minat anak-anak pada pertanian harus terus dirawat agar menjadi profesi yang menjanjikan di masa tua. Menurutnya, regenerasi petani hanya akan terjadi jika minat tersebut berlanjut dan difasilitasi secara berkesinambungan.


"Tahun depan harus diberikan kesempatan untuk menambah peserta. Yang ikut hari ini harus ikut tahun depan karena merawat orang yang memiliki keinginan dan keahlian di bidang pertanian itu harus dilakukan secara berkelanjutan agar sustainable," tegasnya.


Mengusung tema “Tumbuh Bersama Alam, Cerdas Menjaga Pangan”, jambore ini diikuti perwakilan dari 16 SD dan 16 SMP se-Kota Semarang. Konsep kegiatan dirancang kreatif dan interaktif, mulai dari perkemahan, pemilihan duta petani cilik dan remaja tani, pameran urban farming, lomba esai pertanian, hingga pelatihan tabulampot (tanaman buah dalam pot).

Tidak hanya itu, peserta juga mengikuti program GEMAS BUN (Gerakan Makan Sayur dan Buah Nusantara), GERIMIS (Gerakan Minum Susu), serta fun outing urban farming. Mereka diajak mempraktikkan teknologi tepat guna yang dapat membantu produktivitas pertanian.


Salah satu sorotan acara adalah inovasi teknologi yang dibawa oleh dua siswa SMP Negeri 21 Semarang, Joy Wahyu dan Muhammad Syaris Bakti Putra. Keduanya memperkenalkan robot pertanian sederhana yang dapat membantu proses bercocok tanam.


"Tadi Ibu wali kota berharap agar robot kita ini bisa dikembangkan lebih lagi dengan menambah fitur seperti kamera pendeteksi hama agar lebih bagus lagi,"ungkap Syaris.


"Kalau kita diberi sedikit waktu lagi, kita bisa mengembangkan robot ini lebih baik. Mungkin ke depannya bakal menjadi teknologi yang membantu pertanian di Indonesia," tambah Joy penuh optimisme.


Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang Shoti'ah menegaskan, Jambore Petani Cilik dan Remaja Tani akan menjadi agenda tahunan. Tujuannya, agar kecintaan terhadap pertanian terus tumbuh, sekaligus mempersiapkan generasi penerus yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.


"Dengan langkah-langkah ini, Kota Semarang berharap bisa menjadi contoh daerah yang sukses mencetak petani muda berdaya saing tinggi,"ujarnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube